Sunday, September 15, 2019

Selingkuh Dengan Tunangan Sahabat


Seorang Pria mempunyai nama Joni yang membubuhkan hati untuk teman perempuan sekantornya. Teman perempuan dari Joni tersebut tak lain ialah tunangan rekan sekantor Joni yang beranama Boni. Jonipun tidak memperdulikan kedudukan wanita itu, dan pada kesudahannya Jonipun bersetubuh dengan tunangan Boni. Namaku Joni, usiaku ketika ini 26 tahun, tinggi badan 173 cm, dan berat badanku 68 kg.


Aku mengenal di antara wanita dikantorku mempunyai nama Nikta, dia ialah sosok perempuan yang aku kenal baru saja. Tapi entah kenapa aku telah jatuh hati dengan dia. Mungkin saja aku jatuh cinta sebab kecantikannya, di samping cantik dia pun wanita yang ramah dan flexybel. So, dengan kepribadianya dia mempunyai tidak sedikit teman, namun beberapa besar temannya ialah Pria. Meskipun belum lama mengenalku Nikta sendiri sudah paling akrab sekali denganku. Oh iya guest, Nikta ini mempunyai tubuh yang paling ideal sekali. Agen Judi Terbaik
Dia memiliki tinggi badan 169 cm dengan berat badan 56 kg. Dengan berat badan dan tinggi yang ideal body-nya terlihat paling sexy. Ditambah lagi Nikta pun mempunyai payudara yang cukup indah, payudara yang tidak begitu besar, namun terlihat padat dan bulat. Apalagi pantat Nikta paling semok, kenyal dan kencang, urusan tersebut menambah kesempurnaan Nikta. Hari demi hari aku-pun semakin dengan dia, namun kedekatanku tersebut agak membuatku kecewa. Karena Nikta ialah kekasih temanku yang mempunyai nama Boni dan sebentar lagi bakal bertunangan. Huh. Tapi meskipun Nikta bakal bertunangan, namun tidak merubah kedekatan dengan teman-teman Pria-nya tergolong aku. Rasa cintaku untuk Nikta juga tidak pernah hilang. Cerita Hot Online

Jujur saja guest, aku tidak jarang kali berharap supaya hubungan Nikta supaya bubar. Tapi nampaknya harapanku untuk Nikta sedikit mendatangi titik terang, sebab akhir-akhir ini aku dan dia selalu menggarap tugas kantor bersama, so, otomatis anda semakin dekat dong.hhe. Pekerjaan yang anda kerjakan bareng membuat aku selalu bareng Nikta. Tak jarang aku menemukan momen berdua dengan Nikta. Dan aku juga memberanikan diri untuk tidak banyak menunjukan rasa sukaku untuk Nikta, tidak kusangka ternyata Nikta pun pun merasakaan urusan yang sama juga.

Sampailah sebuah hari aku menyaksikan Nikta sedang duduk dan aku menyaksikan nya sedang memandangi handphone-nya dengan paling serius dan fokus. Hal tersebut membuatku penasaran dan aku langsung mengarah ke ketempat dia duduk, dengan teknik mengendap-endap sebab aku hendak tau apa yang disaksikan oleh Nikta. Sesampainya ditempat Nikta, ternyata dia sedang membaca tulisan cerita sex disalah satu website dewasa. Kemudian secara refleks akupun langsung mengagetkan dia,
“ Ouhhhh anda suka baca begituan ya Nik, pantes aja kelihatan serius sekali..hha ?? ” tanyaku mengagetkan Nikta.


Secara refleks, Nikta juga langsung memblokir Hanphone-nya dan berkata,
“ Kamu kok tiba-tiba disini, emang anda dari mana, kok aku gak tau kedatanganmu Jon?? ” tanya Nikta dengan terkejut.
“ Udah deeeh gak usah malu-malu, lanjutin aja bacanya ” ujarku.
“ Enggak aahh ada anda ” balas Nikta. 

“ Gak papa kok, kadang aku pun suka baca yang begituan kok ” ucapku.
“ Aaahhh anda ternyata sama aja Jon.” ucapnya,
“ Emang bila baca aja, nanti bila sudah horny anda ngapain Nik?? ” tanyaku.
“ Ya gak ngapa-ngapain to Jon, ya inginkan ngapain lagi ” jawab Nikta.
“ Aaaahhh yang bener, cewek bila horny kan seringkali minta disetubuhi Nik ? ” cetusku seraya mendekatkan tubuhku untuk Nikta. Agen Judi Uang Asli

“ Iyhaa bener pun siiih kata anda Jon ” jawab Nikta seraya tertawa.
Dan lantas Nikta menuliskan sesuatu yang paling mengagetkan hatiku.
“ Kamu udah punya pacar Jon..? ” tanya Nikta. Cerita Hot Online
“ Eh, belom.. nggak laku Nik.. mana terdapat yang inginkan sama Aku..? ” jawabku tidak banyak berbohong.
“ Ah bohong Kamu Jon..! ” ucap Nikta seraya mencubit lenganku.
Secara tiba- mendarat aliran darahku-pun laksana mengalir dengan cepat, otomatis titikupun berdiri dengan perlahan, aku jadi salah tingkah. Sepertinya Nikta menyaksikan perubahan yang terjadi pada diriku, aku langsung pura-pura mau memungut minum lagi, sebab memang minumanku telah habis, namun dia langsung unik tanganku.

“ Ada apa Nik..? Minumannya sudah berakhir juga..? ” kataku pura-pura bodoh.
“ Jon, Kamu inginkan nolongin Aku..? ” ucap Nikta laksana memelas.
“ Iyaa.., terdapat apa Nik..? ” jawabku.
“ Aku.., Aku.. pengen bercinta Jon..? ” pinta Nikta.
“ Hah..! ”
kaget pun aku mendengarnya, laksana petir di siang hari, bayangkan saja, baru pun satu jam yang kemudian kami berkenalan, namun dia sudah menyampaikan hal seperti tersebut kepadaku.
“ Ka.., Kamu..? ” ujarku terbata-bata.

Belum pun kusempat meneruskan kata- kataku, telunjuknya langsung ditempelkan ke bibirku, lantas dia mengelus pipiku, lantas dengan lembut dia pun mencium bibirku. Aku hanya dapat diam saja mendapat perlakuan laksana itu. Walaupun ini barangkali bukan yang kesatu kalinya bagiku, namun bila yang laksana ini aku baru yang kesatu kalinya menikmati dengan orang yang baru kukenal. Begitu lembut dia menghirup bibirku, lantas dia berbisik kepadaku.

“ Aku pengen bercinta sama Kamu, Jon..! Puasin Aku Jon..! ” Lalu dia mulai menghirup telinganku, lantas leherku, “ Aahh..! ” aku mendesah.
Mendapat perlakuan laksana itu, gejolakku kesudahannya bangkit juga. Begitu lembut sekali dia menghirup sekitar leherku, lantas dia kembali menghirup bibirku, dijulurkan lidahnya menjalari rongga mulutku. Gelombang nafasnya mulai tidak beraturan. Cukup lama pun kami berciuman, lantas kulepaskan ciumannya, lantas kujilat telinganya, dan mencari lehernya yang putih bak pualam. Ia mendesah kenikmatan.

“ Aahh Jon..! ” dessahnya,
Mendengar desahannya, aku semakin bernafsu, tanganku mulai menjalar ke belakang, ke dalam Kaosnya. Kemudian kuarahkan mengarah ke ke pengait BH-nya, dengan sekali sentakan, pengait tersebut terlepas. Kemudian aku mulai mencium bibirnya lagi, kali ini ciumannnya semakin panas dan menggairahkan, mungkin sebab nafsu yang sudah menjangkau ubun- ubun, lidahku disedotnya hingga terasa sakit, namun sakitnya sakit nikmat.
“ Jon.., buka dong bajunya..! ” katanya manja. Cerita Hot Online
“ Bukain dong Nik.., ” kataku. Sambil menciumiku,
Nikta membuka satu persatu kancing kemeja, lantas kaos dalamku, lantas dia lemparkan ke samping lokasi tidur. Dia langsung menghirup leherku, terus ke arah puting susuku. Aku hanya dapat mendesah sebab nikmatnya.  Bonus Deposit

“ Akhh.., Nik. ” desahku,
Kemudian Nikta mulai membuka sabukku dan celanaku dibukanya juga. Akhirnya bermukim celana dalam saja. Dia tersenyum saat Melihat kepala kemaluanku off set alias menyembul ke atas. Nikta Melihat wajahku sebentar, lantas dia cium kepala kemaluanku yang menyembul terbit itu. Dengan perlahan dia turunkan celana dalamku, lantas dia lemparkan seenaknya. Dengan sarat nafsu dia mulai menjilati cairang jernih yang terbit dari kemaluanku, rasanya nikmat sekali. Setelah puas menjilati, lantas dia mulai memasukkan kemaluanku ke dalam mulutnya.


“ Okhh.. nikmat sekali, ” kataku dalam hati,
Sepertinya kemaluanku terasa disedot-sedot. Nikta paling menikmatinya, sekali- sekali dia gigit kemaluanku.

“ Auwww.., sakit dong Nik..! ” kataku seraya agak meringis.
Nikta laksana tidak mendengar ucapanku, dia masih tetap saja memaju- mundurkan kepalanya. Mendapat perlakuannya, kesudahannya aku tidak powerful juga, aku telah tidak powerful lagi menahannya, “ Nik, Aku inginkan keluar.. akhh..! ” Nikta cuek saja, dia justeru menyedot batang kemaluanku lebih keras lagi, sampai akhirnya,

“ Croott.. croott.. croott.. !!! ”
Aku menyemburkan Spermaku ke dalam mulut Nikta. Dia menelan seluruh cairan spermaku, terasa agak ngilu pun tetapi nikmat. Setelah cairannya benar-benar bersih, Nikta lantas berdiri, lantas dia membuka seluruh pakaiannya, hingga akhirnya dia telanjang bulat.

Kemudian dia menghampiriku, menciumi bibirku.

“ Puasin Aku Jon..! ” katanya sambil mendekap tubuhku,
Kemudian dia mengarah ke tempat tidur. Sampai disana dia istirahat telentang. Aku kemudian mendekatinya, tubuhnya yang elok, kuciumi bibirnya, lantas kujilati belakang telinga kirinya. Dia mendesah keenakan,
“ Ssss Uhhhh Aahh. ” Mendengar desahannya, aku tambah bernafsu, lantas lidahku mulai menjalar ke payudaranya. Kujilati putingnya yang sebelah kiri, sementara tangan kananku meremas payudaranya yang sebelah kiri, seraya kadang kupelintir putingnya.

“ Okkhh..! Joni sayang, terus Jon..! Okhh..! ” desahnya mulai tidak menentu.
Puas dengan bukit kembarnya, badanku kugeser, lantas kujilati pusarnya, jilatanku kian turun ke bawah. Kujilati selama pangkal pahanya, Nikta mulai melenguh hebat, tangan kananku mulai membelai Vaginanya, kemudian kumasukkan, menggali sesuatu yang barangkali kata orang itu ialah Itil. Nikta semakin Melenguh hebat, dia menggelinjang bak ikan yang kehabisan air. Kemudian aku mulai menjilati bibir kemaluannya, kukuakkan tidak banyak bibir kemaluannya, tampak jelas sekali apa yang namanya Itil, dengan agak sedikit menyangga nafas, kusedot Itilnya.

“ Aakkhh.. Jon.., ” Nikta menjerit agak keras,
Rupanya dia telah orgasme, sebab aku menikmati cairan yang memancar hidungku, kaget pun aku. Mungkin ini empiris kesatuku menjilati kemaluan wanita, sebab sebelumnya aku tidak pernah. Aku masih saja menjilati dan menyedot Itilnya. Bonus New Member

“ Jon..! Masukin Jon..! Masukin..! ” pinta dia dengan wajah memerah menyangga nafsu.
Aku yang dari tadi memang sudah menyangga nafsu, kemudian bangkit dan menunjukkan kejantananku ke mulut kemaluannya, kugesek-gesekkan dulu di dekat bibir kemaluannya.
“ Udah dong Jon..! Cepet masukin..! ” katanya manja.
Hemmm rupanya ini cewek nggak sabaran banget ya ( kataku dalam hati ).Kemudian kutarik tubuhnya ke bawah, sampai-sampai kakinya menjuntai ke lantai, tampak kemaluannya yang menyembul. Pahanya kulebarkan sBonikit, lantas kuarahkan kemaluanku ke arah liang senggama yang merah merekah. Perlahan tapi tentu kudorong tubuhku.
“ Bless..! ” kesudahannya kemaluanku tenggelam di dalam liang kemaluan Nikta.
“ Aaakkhh Jon..! ” desah Nikta.

Kaget pun dia sebab sentakan kemaluanku yang langsung menerobos kemaluan Nikta. Aku mulai mengerakkan tubuhku, kian lama kian cepat, kadang- kadang seraya meremas- remas kedua payudaranya. Kemudian kubungkukkan badanku, kemudian kuhisap puting susunya.

“ Aakkhh.., teruss.., Sayangg..! Teruss..! ” erang Nikta seraya tangannya memegang kedua pipiku.
Aku masih saja menggejot tubuhku, tiba- mendarat tubuh Nikta mengejang,“ Aaakkhh! ”

Ternyata Nikta sudah menjangkau puncaknya duluan.
“ Aku udah terbit duluan Sayang..! ” ucapnya,
“ Aku masih lama Nik.., ” kataku seraya masih menggenjot tubuhku.
Kemudian kuangkat tubuh Nikta ke tengah lokasi tidur, secara spontan, kaki Nikta melingkar di pinggangku. Aku menggenjot tubuhku, dibuntuti goyangan pinggul Nikta.
“ Aakkhh Nik.., punya Kamu enak sekali. ” kataku memuji,
Nikta melulu tersenyum saja. Aku pun heran, mengapa aku dapat lama pun keluarnya. Tubuh kami berdua telah basah oleh keringat, kami masih mengayuh bareng menuju puncak kenikmatan. Akhirnya aku tidak kuat pun menahan kesenangan ini.

Aahh Nik.., Aku nyaris keluar.., ” kataku agak terbata-bata.
“ Aku pun Jon..! Kita keluarin sama- sama ya Sayang..! ” kata Nikta seraya menggoyang pantatnya yang semok dan kenyal itu.

Goyangan pinggul Nikta semakin liar. Aku juga tidak kalah tak berbeda dengan Nikta, frekuensi genjotanku kian kupercepat, hingga pada akhirnya,
“ Aaakkhh! ” jerit Nikta seraya menancapkan kukunya ke pundakku.
“ Aakhh, Nikta.., Aku sayang Kamuu..! ” erangku sambil memeluk tubuh Nikta.
Kami terdiam beberap saat, dengan nafas yang tersenggal-senggal laksana pelari marathon yang berlari sejumlah Kilometer.
Kamu strong sekali ya Jon, makasih ya Jon udah buat aku puas. muuuiaaachhh! ” puji Nikta sembari mengecup bibirku. Agen Poker Terpercaya

“ Iya Nik, aku pun makasih banget sebab hari ini anda udah bikin aku puass juga, emuuuuachhh ” pujiku sembari kubalas ciuman kecilnya tadi.
Singkat kisah setelah kami mengerjakan hubungan intim tadi, kamipun berdekapan erat dan sejenak menghela nafas. Tak lama lantas kami-pun bergegas membereskan diri dan menggunakan pakain kami, sebab kami fobia kejadian skandal kami dipergoki tunangannya. Sejak kejadian tersebut kamipun sering mengerjakan hubungan sex dimana saja sekitar ada kesempatan, dan sampai kini hubungan kami masih berlanjut. Daftar Disini


Post By : PokerAstro
Share:

Ngentot Memek Sempit Melisa


Mulanya lubang tersebut kututup dengan kertas putih. Tapi sesudah gadis manis tersebut kost di sebelah kamarku. Maka kertas putih tersebut aku lepas. Sampai-sampai aku bisa bebas dan jelas menyaksikan apa yang terjadi pada kamar di sebelahku itu. Suatu malam aku mendengar suara pintu di sebelah kamarku dibuka, kemudian aku seperti seringkali naik ke atas meja guna mengintip.


Ternyata gadis tersebut baru kembali dari sekolahnya.., namun kok hingga larut malam begini tanyaku dalam hati. Gadis manis tersebut yang belakangan namanya kuketahui yakni Melisa. Membubuhkan tasnya lalu menanggalkan sepatunya lantas mengambil segelas air putih dan meminumnya. Akhirnya dia duduk di kursi seraya mengusung kakinya menghadap pada lubang angin lokasi aku mengintip. Melisa sama sekali tidak dapat melihat ke arahku sebab lampu kamarku sudah kumatikan. Sehingga justeru aku yang bisa leluasa menyaksikan ke dalam kamarnya. Agen Judi Terbaik
Kaki nya di angkat ke atas kursi, tampak jelas bentuk tonjolan memek di balik CD nya. Kemudian saja tiba-tiba penisku yang berada dalam celanaku otomatis mulai ereksi. Mataku mulai melotot menyaksikan keindahan yang tiada duanya. Lagipula ketika Melisa kemudian bangkit dari kursi dan mulai melepas baju dan rok sekolahnya. Sehingga sekarang tinggal BH dan celana dalamnya.

Sebentar dia bercermin menyimak tubuhnya yang ramping putih dan tangannya mulai meluncur pada payudaranya yang ternyata masih kecil juga. Diusapnya payudaranya dengan lembut. Di pelintir nya pentil susunya yang sudag mengeras. Rupanya dia sudah mulai sange dan memasukan tangganya ke celana dalamnya digosoknya dengan pelan. Tangannya mulai masuk ke celananya dan bermain lama.

Aku bergetar lemas melihatnya, sementara penisku sudah paling tegang sekali. Lalu kulihat Melisa mulai mencungkil celana dalamnya dan. Woww, belum terdapat bulunya sama sekali, suatu vagina yang menggunduk seperti gunung kecil yang tak berbulu. Ohh, begitu indah, begitu mempesona. Lalu kulihat Melisa naik ke lokasi tidur, menelungkup dan menggoyangkan pantatnya ibarat sedang bersetubuh. Melisa menggoyang pantatnya ke kiri, ke kanan.., naik dan turun.

Rupanya sedang mencari kesenangan yang hendak sekali dia rasakan. Tapi hingga lama Melisa bergoyang rupanya kenikmatan tersebut belum dicapainya. Lalu dia bangkit dan mengarah ke kursi dan ditempelkannya vaginanya pada ujung kursi seraya digoyang dan ditekan maju mundur.
Kasihan Melisa.., rupanya dia sedang terangsang berat.., suara nafasnya yang ditahan mencerminkan dia sedang berjuang meraih dan mencari kesenangan surga.

Namun belum pun selesai, Melisa lantas mengambil spidol. Diairi dengan ludahnya kemudian pelan-pelan spidol tersebut dimasukan ke lubang vaginanya. Begitu spidol tersebut masuk selama satu atau dua centi matanya mulai merem melek dan erangan nafasnya kian memburu. “Ahh.., ahh”, Lalu dicopotnya spidol tersebut dari vaginanya, kini jari tengahnya mulai pun dicolokkan ke dalam vaginanya. Pertama jari tersebut masuk sekedar kukunya lantas dia dorong lagi jarinya guna masuk lebih dalam yakni setengahnya.

Namun belum pun selesai, Melisa lantas mengambil spidol. Diairi dengan ludahnya kemudian pelan-pelan spidol tersebut dimasukan ke lubang vaginanya. Begitu spidol tersebut masuk selama satu atau dua centi matanya mulai merem melek dan erangan nafasnya kian memburu. “Ahh.., ahh”, Lalu dicopotnya spidol tersebut dari vaginanya, kini jari tengahnya mulai pun dicolokkan ke dalam vaginanya. Pertama jari tersebut masuk sekedar kukunya lantas dia dorong lagi jarinya guna masuk lebih dalam yakni setengahnya.

Dia melenguh, “Oohh.., ohh.., ahh”, namun heran aku jadinya, jari tengahnya ditarik keluar lagi dari vaginanya. Tidak cukup nikmat rupanya.., kemudian dia menyaksikan sekeliling menggali sesuatu. Aku yang menonton semua tersebut betul- betul telah tidak tahan lagi. Penisku sudah paling mengeras dan tegang luar biasa, kemudian kubuka celana dalamku dan kini penisku bebas bangun lebih gagah. Lebih banyak lagi ereksinya menyaksikan vagina si Melisa yang sedang terangsang itu. Lalu aku mengintip lagi dan kini Melisa rupanya sedang menempelkan vaginanya yang bahenol tersebut pada ujung meja belajarnya. Agen Judi Uang Asli


Kini gerakannya maju mundur seraya menekannya dengan kuat. Lama dia melakukan seperti itu.., dan tiba- mendarat dia melenguh. “Ahh.., ahh.., ahh”, rupanya dia sudah mencapai kesenangan yang dicari-carinya. Setelah selesai, dia kemudian berbaring di lokasi tidurnya dengan nafas yang tersengal-sengal. Kini posisinya tepat sedang di depan pandanganku. Kulihat vaginanya yang berubah warna menjadi agak kemerah-merahan sebab digesek terus dengan ujung kursi dan meja. Terlihat jelas vaginanya yang menggembung kecil ibarat kue apem yang hendak rasanya kutelan. Kulumat habis.., dan tanpa terasa tanganku mulai mengurangi biji penisku dan kukocok penisku yang sedang dalamn posisi “ON”.

Kuambil tidak banyak krim pembersih muka dan kuoleskan pada kepala penisku, kemudian kukocok terus, kukocok naik turun dan. “Akhh”, aku mengeluh pendek saat air maniku muncrat ke tembok. Seraya mataku tetap menatap pada vagina Melisa yang masih telentang di lokasi tidurnya. Nikmat sekali rasanya onani sambil menonton Melisa yang masih berbaring telanjang bulat.

Kuintip lagi pada lubang angin, dan rupanya dia ketiduran, barangkali capai dan lelah. Esok harinya aku bangun kesiangan, kemudian aku mandi dan buru-buru berangkat ke kantor. Di kantor laksana biasa tidak sedikit kerjaan menumpuk dan rasanya hingga jam sembilan malam aku baru selesai. Meja kubereskan, komputer kumatikan dan aku kembali naik taksi dan selama jam sepuluh aku hingga ke lokasi kostku. Setelah santap malam tadi di jalanan, aku masih membuka kulkas dan meminum bir dingin yang bermukim dua botol.

Aku duduk dan mengobarkan TV, ku-stel volumenya lumayan pelan. Aku memang orang yang tidak suka berisik, dalam bicarapun aku senang suara yang pelan, bila ada perempuan di kantorku yang bersuara keras, aku langsung menghindar, aku tidak suka. Acara TV rupanya tidak terdapat yang bagus, kemudian kuingat kamar sebelahku, Melisa.., yang tadi malam sudah kusaksikan segalanya yang menciptakan aku sangat hendak memilikinya Aku naik ke lokasi biasa dan mulai lagi mengintip ke kamar sebelah. Melisa yang cantik tersebut kulihat tengah istirahat di kasurnya.  Bonus Deposit

Kulihat nafasnya yang tertata naik turun menandakan bahwa dia sedang sungguh-sungguh tidur pulas. Tiba-tiba nafsu jahilku timbul, dan segera kuganti celana panjangku dengan celana pendek dan dalam celana pendek tersebut aku tidak menggunakan celana dalam lagi, aku telah nekat, kamar kostku kutinggalkan dan aku pura-pura duduk di luar kamar sambil mengisap rokok sebatang ji sam su. Setelah kulihat situasinya aman dan tidak terdapat lagi orang, ternyata pintunya tidak di kunci, barangkali dia tak sempat atau pun memang telah ngantuk sekali, jadi dia tidak memikirkan lagi mengenai kunci pintu.

Dengan berjingkat, aku masuk ke kamarnya dan pintu langsung kukunci pelan dari dalam, kuhampiri lokasi tidurnya, kemudian aku duduk di lokasi tidurnya memandangi wajahnya yang mungil dan, “Alaamaak”, Melisa menggunakan daster yang tipis, daster yang tembus pandang sampai-sampai celana dalamnya yang kini berwarna merah muda paling jelas terbayang di hadapanku. Waw mantapu sekali, penisku langsung tegang sempurna sehingga keluar dari celana pendekku.

Kulihat wajahnya, matanya, alisnya yang tebal, dan hidungnya yang mancung agak tidak banyak menekuk tanda bahwa gadis ini memiliki nafsu besar dalam seks, tersebut memang rahasia lelaki untuk yang tahu. Ingin rasanya aku langsung menubruk dan mejebloskan penisku ke dalam vaginanya, namun aku tidak mau sembrono seperti itu. Setelah aku yakin bahwa Melisa benar-benar telah pulas, pelan- pelan kubuka tali dasternya, dan terbukalah, kemudian aku sampirkan ke samping. Kini kulihat pahanya yang putih kecil dan padat itu. Sungguh indah bentuknya lagipula CDnya yang mini menciptakan gundukan kecil ibarat gunung merapi yang masih ditutupi oleh awan menciptakan penisku mengejat- ngejat dan mengangguk- ngangguk.

Pelan-pelan tanganku kutempelkan pada vaginanya yang masih tertutup itu, aku diam sebentar takut bila kalau Melisa bangun, aku dapat kena malu, namun rupanya Melisa benar-benar tertidur pulas, kemudian aku mulai menyibak celana dalamnya dan menyaksikan vaginanya yang mungil, lucu, menggembung, ibarat kue apem yang ujungnya ditempeli suatu kacang. Wadduh aku gemetar, kumainkan jariku pada bibir vaginanya, kuputar terus, kugesek pelan.

Sekali-sekali kumasukkan jariku pada lubang kecil yang sungguh-sungguh indah, bulunyapun masih tipis dan lembut. Penisku rasanya kian ereksi berat, aku mendesah lembut. Ahh, indahnya kau Melisa, alangkah kuingin memilikimu, aku menyayangimu, cintaku langsung melulu untukmu. Oh, aku terperanjat sebentar saat Melisa bergerak, rupanya dia menggerakkan tangannya sebentar tanpa sadar, sebab aku mendengar nafasnya yang tertata berarti dia sedang istirahat pulas.

Lalu dengan sigap kuturunkan CDnya. Pelan pelan, dan lepaslah celana dalam dari tempatnya. Kemudian kulepas dari kakinya sehingga sekarang Melisa benar-benar telanjang bulat. Luar biasa, estetis sekali bentuknya, dari kaki hingga wajahnya kutatap tak berkedip. Payudaranya yang masih berupa puting tersebut sangat estetis sekali. Akh, paling luar biasa, pelan-pelan kutempelkan wajahku pada vaginanya yang merekah bak bunga mawar, kuhirup wewangian wanginya yang khas. Oh, aku benar-benar tidak tahan, kemudian lidahku kumainkan di dekat vaginanya.


Aku memang familiar sebagai si pandai lidah, sebab setiap perempuan yang telah pernah kena lidahku atau jilatanku tentu akan ketagihan, aku memang jago memainkan lidah, maka aku praktekan pada vagina si Melisa ini. Lereng gunung vaginanya kusapu dengan lidahku, kuayun lidahku pada pinggiran kemudian sekali-kali sengaja kusenggol clitorisnya yang estetis itu.

Kemudian gua kecil tersebut kucolok lembut dengan lidahku yang sengaja kuulur panjang, aku belai terus, aku colok terus, kujelajahi gua indahnya sampai-sampai lama- kelamaan gua tersebut mulai basah, lembab dan berair. Oh, nikmatnya air itu, wewangian yang khas membuatku terkejet-kejet, penisku telah tidak sabar lagi, namun aku masih takut bila kalau Melisa terbangun dapat runyam nanti.

Tapi tekanan kuat pada penisku sudah paling besar sekali. Nafasku benar-benar tidak karuan, namun kulihat Melisa masih tetap saja pulas tidurnya.-Akupun lebih energik lagi, kini semua keterampilan lidahku kupraktekan ketika ini juga, spektakuler memang, vagina yang mungil, vagina yang indah, vagina yang telah basah. Dan siap untuk menerobos gua estetis misterius yang ditumbuhi rumput tipis kepunyaan Melisa, tetapi kutahan sebentar, sebab lidahku dan jilatanku masih asyik bermain di sana, masih memberikan kesenangan yang paling luar biasa untuk Melisa.

Sayang Melisa tertidur pulas, andaikata Melisa dapat menikmati dalam suasana sadar tentu sangat luar biasa kesenangan yang sedang dirasakannya itu. Tapi walaupun Melisa ketika ini sedang tertidur pulas secara psycho seks yang berlangsung secara alami dan biologis,..nikmat yang amat sangat tersebut pasti terbawa dalam mimpinya, tersebut pasti dan pasti, walaupun yang dirasakannya kini ini melulu sekitar 25%, Buktinya dengan nafasnya yang mulai tersengal dan tidak tertata serta vaginanya yang telah basah, tersebut menandakan hal psycho tsb telah bekerja dengan baik. Sehingga nikmat yang luar biasa tersebut masih dapat dialami seperempatnya dari keseluruhannya bila di ketika sadar.

Setelah kupuas jilat dari bibir sampai kelobang memeknya, maka pelan-pelan penisku yang memang sudah mohon terus semenjak tadi kuoles-oleskan dulu sesaat pada ujung vaginanya, kemudian pada clitorisnya yang mulai memerah sebab nafsu, rasa basah dan hangat pada vaginanya menciptakan penisku bergerak sendiri otomatis laksana mencari-cari lubang gua dari titik nikmat yang terdapat di vaginanya.

Dan saat penisku dirasa sudah lumayan bermain di wilayah istimewanya, maka dengan hati-hati tetapi pasti penisku kumasukan perlahan-lahan ke dalam vaginanya.., pelan, pelan dan, “sleepp.., slesepp”, kepala penisku yang gundul telah tidak kelihatan sebab batas di kepala penisku telah masuk ke dalam vagina Melisa yang hangat nikmat itu. Lalu kuperhatikan sebentar wajahnya, Masih!, dia, Melisa masih pulas saja, melulu sesaat saja kadang nafasnya agak tidak banyak tersendat, “Ehhss.., ehh.., ss”, laksana orang ngigau.

Lalu kucabut lagi penisku tidak banyak dan kumasukkan lagi agak lebih dalam kira-kira nyaris setengahnya, “Akhh.., ahh, alangkah nikmatnya, alangkah enaknya vaginamu Melisa, alangkah seretnya lubangmu sayang”. Oh, gerakanku terhenti sebentar, kutatap lagi wajahnya yang betul- betul cantik yang menggambarkan sumber seks yang spektakuler dari wajah mata dan hidungnya yang agak menekuk sedikit,.. ohh Melisa, alangkah sempurnanya tubuhmu, alangkah enaknya vaginamu, alangkah nikmatnya lubangmu.

Oh, apapun yang terjadi aku bakal bertanggung jawab guna semuanya ini. Aku paling menyayangimu. Lalu pulang kutekan agak dalam lagi penisku supaya dapat masuk lebih jauh lagi ke dalam vaginanya, “Bleess.., blessess”, “Akhh.., akhh”, sungguh luar biasa, sungguh nikmat sekali vaginanya, belum pernah sekitar ini ada perempuan yang memiliki vagina seenak dan segurih kepunyaan Melisa ini. Bonus New Member

Ketika kumasukan penisku lebih dalam lagi, kulihat Melisa agak tersentak sedikit, barangkali dalam mimpinya dia menikmati kaget dan nikmat pun yang spektakuler dan nikmat yang amat sangat saat senjataku sungguh-sungguh masuk, lagi- lagi dia mengerang, erangan nikmat, erangan sorga yang aku yakin sekali bahwa Melisa tentu merasakannya walaupun dirasa dalam tidurnya.

Akupun demikian, saat penisku telah masuk seluruh ke dalam vaginanya, kutekan lagi sampai tenggelam habis, kemudian kuangkat lagi dan kubenamkan lagi seraya kugoyangkan perlahan ke kanan kiri dan ke atas dan bawah, gemetar badanku menikmati nikmat yang bahwasannya yang diserahkan oleh vagina Melisa ini, mengherankan sangat luar biasa, vaginanya paling menggigit lembut, menghisap pelan serta lembut dan meremas senjataku dengan lembut dan kasih sayang.

Benar-benar vagina yang luar biasa. Oh Melisa, tak bakal kutinggalkan kamu. Lalu dengan semnagat ku sodok dengan sangat cepat sambil menciptakan goyangan. Dan gerakan yang memang telah kuciptakan sebagai resep guna memuaskan Melisa ini. Akhirnya senjataku kubenamkan berakhir ke dasar vaginanya yang lembut, berakhir kutekan penisku dalam-dalam. Wah Lubang memek Melisa memang luar biasa Meskipun sangat sempit tetapi mengherankan dapat menampung kontol milikku yang kurasa lumayan besar dan panjang. Belum lagi dengan urat-urat yang tumbuh di dekat batang penisku ini, vagina yang luar biasa.

Lama-kelamaan, saat penisku benar-benar kuhunjamkan berakhir dalam-dalam pada vaginanya, aku mulai menikmati seperti rasa nikmat yang luar biasa, yang bakal muncrat dari lubang perkencinganku. Uhhhh ku genjot terus tuh lubang memek hingga akhirnya muncratlah air maniku di dalam vaginanya yang sempit itu. Aku langsung lemas, dan segera kucabut penisku itu, fobia Melisa terbangun.

Dan sesudah selesai, aku segera membereskan lagi. Celana dalamnya kupakaikan lagi, begitu pun dengan dasternya pun aku kenakan lagi padanya. Sebelum kutinggalkan, aku kecup dulu keningnya sebagai tanda sayang dariku, sayang yang sungguh-sungguh timbul dari diriku, dan kesudahannya pelan-pelan kamarnya kutinggalkan dan pintunya kututup lagi.Aku masuk lagi ke kamarku, berbaring di lokasi tidurku, seraya menerawang, aku menghayati permainan tadi. Oh, sungguh suatu kesenangan yang tiada taranya. Dan Akupun tertidur dengan pulas.

Keesokan harinya laksana biasa aku bangun pagi, mandi dan siap berangkat ke kantor. Tetapi ketika berkeinginan menutup pintu kamar, tiba- mendarat Melisa keluar dan tersenyum padaku. “Mau berangkat Pak?”, tanyanya, aku dengan gugup kesudahannya mengiyakan ucapannya, kemudian kujawab dengan pertanyaan lagi. “Kok Melisa nggak sekolah?”. “Nanti Pak, Melisa giliran masuk siang”, akupun tersenyum dan Melisapun kemudian bergegas ke depan rumah, rupanya mau menggali tukang bubur ayam, perutnya lapar barangkali. Taxi kucegat dan aku langsung berangkat ke kantor. Daftar Disini


Post By : PokerAstro
Share:

Saturday, September 14, 2019

Menggodanya Amoy saat di Pantai


Sebuah kisah ngentot yang menggairahkan. Suntuk! Satu kata yang membawaku melarikan motor kesayanganku membelah dinginnya malam bulan Agustus, menuju ke pusat keramaian kota Yogyakarta, Maliboro. Terus terang fikiranku kacau, wanita yang aku sayangi sore tadi pergi tanpa pamit bersama temannya ke luar kota. Padahal sudah lima hari ini tak diberinya jatah sex, dengan alasan sedang ujian tengah semester. Mau meledak rasanya kepala ini, harus kusalurkan nafsu ini bila tak ingin uring-uringan terus. Terbayang di benak semua rencana tuk malam ini memberi kepuasan dirinya dan pelampiasan nafsuku, sebutir obat kuat telah kusiapkan disaku calana. SIAL! makiku dalam hati…


Warung itu terlihat sepi. Sebetulnya bukan warung, lebih mirip gerobak dorong makanan yang terparkir di pinggir jalan seberang toko Ramai Malioboro. Kuparkir motor di depan gerobak makanan itu, kupesan segelas jahe tape untuk mengusir dinginnya malam. Kulirik jam baru setengan sembilan malam, tinggal setengah
jam lagi bubaran toko-toko sepanjang Malioboro, dimana pelayan-pelayan toko berhamburan keluar toko untuk pulang. Kuraih rokok di saku jaket yang tinggal tiga batang, kunyalakan dan kuhisap kuat sambil kuhembuskan keras ke udara. Dinginnya malam tak cukup untuk mendinginkan hati ini, terlebih dalam calanaku yang menginginkan jatah. Fikiranku melayang mencari cara memenuhi hasrat ini. Agen Judi Terbaik

Waktu pun berjalan, fikiranku terus berkecamuk, terdengar suara wanita memesan segelas teh hangat di sampingku. Kugeser letak dudukku, kulirik dia, hmm lumayan juga nih cewek. “Permisi mas numpang duduk” sapanya. “Oh monggo, silahkan-silahkan” jawabku memberi tempat kepadanya. “Kok belum pulang mbak?” tanyaku membuka percakapan. “Iya mas, tunggu jemputan, tapi kok belum kelihatan ya” jawabnya sambil menengok kiri dan kanan. “Biasanya dah jemput dari tadi lho mas” tambahnya. Tiba-tiba Hp di tas wanita itu berbunyi, kulihat dia menjawab telepon itu, kuperhatikan wajahnya. Alamak! wajah itu tertekuk marah, menambah manis wajah ayunya. “Kurang ajar” katanya sambil menutup pembicaraan teleponnya. “Kenapa mbak, kok marah-marah?” tanyaku padanya. “Dasar cowok gak tahu di untung, minggat sana sama gendaknya” maki dirinya kepada cowok di telepon tadi. Tiba-tiba dia menelungkupkan wajah ayunya ke atas meja sambil menangis. Wah kacau nih, pikirku. “Sudahlah mbak, nggak usah dipikirin, laki-laki emang begitu” rayuku sambil tak kusadari bahwa aku juga laki-laki yang mungkin lebih berengsek dari cowoknya tadi.

“Gimana kalau saya saja yang mengantar embak?” kutawari diriku untuk mengantar. Wanita itu menengadah, terlihat air mata yang masih mengalir dari kedua boal matanya. Oh My God, ayu tenan gumam hatiku, wajahnya itu lho lucu, imut, kasihan diterpa cahaya lampu tempel di meja gerobak dagangan makanan. “Mas nggak papa? Nanti ada yang marah? tanyanya sambil menatap lekat padaku. “Kita senasib kok mbak, Anton” kataku memperkenalkan diri sambil meraih tangannya menuju motor. Setelah kubayar minuman kita, kuulurkan helm kepadanya. Motor kustarter, dia duduk dibelakangku. “Aku Amoy mas. Senasib bagaimana sih mas?” tanyanya padaku. “Aku juga ditinggal cewekku sore tadi, dia pergi sama teman-temannya tanpa pamit padaku” jawabku. “Tinggalmu di daerah mana mbak?” tanyaku.

“Apa” tanyanya sambil mendekatkan kepalanya ke samping kepalaku, seerrr… payudara yang bulat kencang, sekarang nempel merapat di punggungku, terjadilah pemberontakan di dalam celana dalamku. Sial… aku lupa mencukur bulu bawahku, sekarang terasa perih menggigit terdesak pisang ambonku yang perlahan serta pasti mengeras. “Kenapa mas?” tanyanya sekali lagi padaku. Wajah gadis itu di sebelah kanan agak kebelakang arah wajahku, kutengok ke samping kanan, persis yang kuduga sebelumnya, begitu menengok, kucium lembut dan menyentuh pipi serta sedikit mulutnya, “iiiihhh, nakal ya masnya ini” katanya sambil mencubit pinggangku. Haa haa haa… “Kostmu daerah mana adik manis?” tanyaku menahan perih di pinggang akibat cubitannya. “Enggak tau, aku lagi males pulang” cemberutnya sambil terus mencubit pinggangku. Kuhentikan motorku di tepi jalan. “Kok berhenti mas?” tanyanya. Agen Judi Uang Asli


“Habis kamu nyubit terus dan gak di lepas-lepas sih… nanti gimana jalan motornya?” candaku. “Habis masnya juga genit sih, pake ngesun segala” ujarnya. “Nah gitu dong, jangan sedih terus, ntar ilang lho manisnya” kataku cengengesen. “Tu kan… mulai lagi” ketusnya sambil bersiap untuk mencubit pinggangku lagi. Kutangkap tangan lembut itu, kugenggam mesra sambil bertanya “Trus kita mau ke mana cah ayu?” Ditundukkannya wajahnya “Terserah mas aja lah. pokoknya aku males pulang ke kostan”. “Ya oke deh, kita nikmatin malam ini berdua aja ya” jawabku. “He eh” sambutnya sambil melendot manja, ah dasar wanita dirayu sedikit, keluar deh manjanya. Kulaju motorku ke arah selatan Yogya. Namanya rejeki gak lari ke mana, sorak hatiku.

Sampailah kita di daerah pantai Parang Tritis, angin laut selatan menyambut kita disertai dinginnya musim kemarau bulan Agustus. Kulepas jaketku dan kukenakan kepadanya yang hanya berkaus ketat berlengan pendek. Kuparkir motor di atas pasir pesisir pantai, kurengkuh bahunya untuk duduk di pasir, dia diam saja, pandangan jauh menatap kelamnya lautan. “Kenapa, kok ngelamun” tanyaku. “Tauk nih, kita kan baru beberapa jam lalu kenalan, kok udah akrab ya” jawabnya. “Emang kenapa? nggak boleh? Aku suka dari pandangan pertama tuh” kataku ngawur. “Iiiiih, ngawur lagi deh” sergahnya sambil mulai mencubitku lagi. Sebelum tangan itu sampai, aku bangkit berlari menghindar, terjadilah kejar-kejaran diantara kami, sampai suatu saat kakiku tersandung lobang dan jatuh. Karena jarak kami tidak terlalu jauh, dia pun ikut terjatuh, sebelum sempat kusadari, reflek tanganku meraih tubuhnya, berpelukanlah kami berdua. Dia terdiam, akupun menahan nafas, perlahan kusorongkan wajahku mendekati wajahnya, kucium lembut bibirnya, ia pun membalas sambil memejamkan matanya, kami berdua terhanyut, melayang tinggi dengan latar belakang deburan ombak pantai selatan. Bonus Deposit

Malampun semakin larut, kami memutuskan untuk menginap di salah satu losmen yang berada i sekitar pantai. “Kok kamu mau menginap dengan cowok yang baru kamu kenal sih” bisikku ketelinganya. “Habis mas baik sih, mau nemenin Amoy yang lagi sebel” katanya manja. Kuraih wajahnya, kepagut bibir mungil Amoy , kami berdua berciuman mesra. Tangan kananku memeluk pinggang, tangan kiriku bergerilya masuk ke dalam kaus Amoy. Cumbuan kualihkan ke leher jenjang Amoy, dia mendesis dipeluknya tubuhku. “Sss…mass… enaaakk” erang Amoy. Tangan kiriku berusaha masuk melalui bra yang agak ketat, sedang tangan kananku berusaha membuka kaitan bra di punggung Amoy . “Mas Ann… ton… Amoy lee.. messs nih… sambil tiduran yuk…?” pintanya. Kurebahkan diri Amoy ke atas ranjang, kumainkan kedua belah payudara Amoy, Amoy terpejam kembali dengan mengerang perlahan… sss… sss… yang keras mas remasnya… sss…

Kubungkukkan bandan, mendekat ke arah payudara Amoy, ku kulum puting sebelah kiri sementara tangan kananku meremas sebelah kanan. Tangan Amoy menjambak rambutku… Sss… enaaakk… masssss… hisap yang kuat sayang… Jilatanku kuteruskan menelusuri sampai ke pusar, kumainkan lidahku di lubang pusar Amoy. Malam kian larut, deburan ombak terdengar sampai ke dalam kamar losmen, seakan musik mengiringi deru nafas memburu kami berdua. Kupandangi tubuh Amoy, kuusap mesra wajahnya, Amoy memandangku pasrah, kubelai perutnya dengan tangan kanan, terus turun hingga ke celana panjang Amoy. Kubuka kancing celana Amoy, kuturunkan resluiting dan kubelai dengan punggung tanganku.

“Mas Anton… jangan siksa Amoy dong… cepet copot baju dan celana mas juga” pinta Amoy seperti memelas. “Sebentar sayang, mas mau buang air kecil dulu ya” kataku sambil berlalu ke kamar mandi. Aku mencopot baju dan celanaku serta celana dalamku sambil mengelus penisku “sabar ya sayang, nanti kukenalkan pasanganmu” kataku bergumam senang. Amoy terpekik tertahan melihat kondisiku yang bugil, sambil menutup mulutnya. “Mas Anton… kok gede banget penisnya? kira-kira muat gak ya unya saya?” tanyanya. “Kamu masih perawan Ka?” tanyaku mendekatinya. “Udah enggak sih… cuman dah lama gak kemasukan, apalagi segede punya emas?” jawabnya senyum dikulum. “Ya udah nikmatin dulu deh punya emas ini ya” kataku sembari menyodorkan penisku ke wajahnya. Amoypun bangkit dan menyentuh penisku sembari dijilatinya, kemudian memasukkan batang penisku ke dalam mulutnya, terlihat sesak tatkala dia memasukkan batangku.

Aku tersenyum melihatnya terbelalak-belalak. “Cape nih mas mulut Amoy, pegel!” protesnya. “Ya udah, sekarang giliran emas mau cium vegi Amoy ya” kataku meredakan protes Amoy. Kemudia Amoy kembali tiduran sembari mengangkangkan kedua pahanya, kudekatkan kepalaku di selangkangan Amoy yang memang luar biasa bersihnya kemaluan Amoy dengan rambut sedikit dirapikannya, kumulai mengulum kemaluan Amoy. Kedua tangan Amoy menjambak rambut di kepalaku. “Achhh… terus masss… yesss… gigit masss…” erang Amoy seperti cacing kepanasan. Gila aja cowok goblok itu, barang sebagus ini disia-siakan bathinku berkata sembari terus menjilat dan sesekali kumasukkan lidahku kedalam liang vegi Amoy. “Maasss… aaakkkuu… nyammpeee…!” jerit Amoy sembari menekan kepalaku ke dalam vaginanya. Tubuh Amoy bergetar hebat, dari lubang kemaluan Amoykeluar lendir orgasme yang lansung tak kusia-siakan untuk menyedotnya ternyata gurih sekali cairan orgasme Amoy. Setelah beberapa saat Amoy tergolek lemas seperti tak bertenaga, kudekati Amoy dan berbaring di sisinya, kukecup keningnya dan kubelai rambut Amoy, “Gimana rasanya sayang?” tanyaku. Amoytak menjawab, hanya tatapan sendu serta senyuman Amoy yang mewakili sejuta kata-kata yang mewakili dirinya mencapai puncak kenikmatan.

Kemudian aku bangkit, melumuri penisku dengan air ludah, agak kuangkat Amoy untuk agak menepi dari ranjang. Perlahan aku arahkan penisku ke tengah selangkangan Amoy. “Pelan-pelan ya mas…” pinta Amoy memohon. Pertama ku sibak bibir vagina Amoy, kemudian kutempelkan kepala helm penisku di tengah vaginanya, perlahan-lahan kudorong masuk ke dalam. Dengan orgasmenya Amoy tadi, seolah telah siap untuk menerima kedatangan penisku, tetapi tetap saja agak sempit. Bonus New Member


Kulihat Amoy agak meringis, “Kenapa Ka?, sakit ya?” tanyaku. “Sedikit mas, tapi gak pa pa kok, Amoy tahan”. Aku gak mau buru-buru, sedikit demi sedikit kukeluar masukkan batang penisku ke dalam vagina Amoy. Setelah masuk setengah, kudiamkan sejenak untuk memberi waktu vagina Amoy menyesuaikan dengan batang penisku, kulihat Amoy menatapku, “Kenapa berhenti mas? aku dah mulai merasa enak kok rasanya” kata Amoy sedikit protes atas perbuatanku. Memang aku penjahat kelamin, kata teman-temanku, sebetulnya aku sendiri gak setuju karena menurut diriku sendiri aku adalah penyayang kelamin, gak mau asal aja make love dan wanita merasa sakit, karena prinsipku hubungan sex itu adalah kepuasan antara dua insan berlainan jenis.

Setelah kulihat Amoy sudah terbiasa dengan penisku, mulailah kumaju mundurkan senjataku tersebut, sambil melirik Amoy. Ternyata Amoypun sudah menikmati keluar masuknya penisku di vaginanya. Sekitar lima menit kemudian Amoy kontraksi, rupanya dia sudah mau mencapai orgasme lagi. Massssss…akkkuuu… nyammmppeee… erangnya sambil memeluk erat tubuh serta menjepit keras pinggulku. Aku imbangi orgasme Amoy dengan menancapkan batang penisku dalam-dalam.

“Gimana sayang?” tanyaku. “Waduh mas luar biasa deh” jawabnya sambil terengah-engah. Kemudian Amoy aku suruh telentang di atas rajang, kemudian aku naik di atas tubuh Amoy, kujilati sekitar payudara Amoy yang memang sudah basah oleh keringatnya. Kemudian kusuruh kedua tangan Amoy untuk menjepit kedua payudaranya, setelah itu batang penisku aku tusukkan di tengah jepitan payudaranya. Amoy tersenyum paham dengan perbuatanku dan bertanya “Kenapa gak dikeluarin di dalam vagina Amoy aja mass?” tanyanya. “Enggaklah, nanti kamu hamil lagi” jawabku. Amoy pun tersenyum manis. Kukocok kemaluanku di jepitan payudara Amoy, tak berapa lama terasa ada sesuatu yang akan meledak dari ujung kemaluanku, Amoy menengadah ke arah payudaranya, “Kaaa… masss mau sammmpe juga nihhh…” erangku.

Kulihat Amoy membuka mulutnya, seolah mau menampung muncratan orgasme ku. Melihat hal itu buru-buru ku copot penisku dari jepitan payudara Amoy dan kumasukkan ke mulut Amoy, disambutnya penisku dan di kulumnya. Meledaklah semua spermaku di mulut Amoy sampai tetes mani terakhir. “Enak kok mas, gurih… Amoy seneng sama sperma emas?” kata Amoy sambil tersenyum. Akupun seperti habis berlari berpuluh-puluh meter, nafasku tersengal tetapi senyumku masih bisa kupaksakan untuk Amoy. Kupeluk tubuh bugil Amoy, kuciumi wajah, pipi, dan kamipun beciuman mesra, kamipun tertidur pulas hingga pagi tanpa sehelai benang nempel di kedua tubuh bugil kami.

Pagi pun merangkak ke siang, aku terjaga dan kulihat di sebelahku Amoy sudah tidak ada. Dengan perasaan malas aku bangun dan menuju ke kamar mandi. Sesampai di sana kulihat Amoy membelakangi pintu dan sedang menyikat gigi, perlahan kudekati dan kupeluk dari belakang, tak lupa tanganku mampir di kedua buah dada Amoy.
“Eh dah bangun ya mas?” sapa Amoy. Kurasakan penisku menegang lagi, dengan posisi demikian kurenggangkan kedua kaki Amoy dan perlahan kumasukkan penisku dari belakang. Amoy mengerang lirih dan berpegangan pada tepi bak mandi, sampai akhirnya Amoy mencapai orgasmenya.

Setelah itu ia jongkok di depanku dan mulai mengulum penisku sampai mencapai orgasme yang ditelan Amoy sampai habis.

Setelah mandi dan sarapan, kami berdua bersantai di teras depan losmen. Kemudian Amoy bertanya dengan perasaan sedih, “Mass, kira-kira besok-besok gimana ya hubungan kita..” tanyanya sedih. “Mau kamu gimana Ka? balasku bertanya lagi. “Mau Amoy kita gak buru-buru putus mas, setelah peristiwa semalam sampai hari ini, kayaknya Amoy suka deh sama mas Anton?” katanya sambil mulai meneteskan air mata. Aku bangkit dan memeluk dirinya, ku elus punggung dan rambutnya. “Mas juga sama kok perasaannya dengan kamu sayang” kataku menghibur. “Kita lihat besok aja ya, dan aku janji selalu menghubungi kamu ya Ka.” kataku kemudian. Amoy hanya mengangguk lemah. Daftar Disini

Sejak itu sesuai dengan janjiku, aku selalu mengunjunginya dan kami masih berhubungan intim terus, bila tidak di kostanku ya di kostnya Amoy. Sampai suatu saat dia bilang kalau dilamar oleh cowoknya yang dulu, dimana cowoknya telah mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan menyakiti Amoy lagi. Aku pun agak goncang, tetapi gimana lagi, aku sendiri masih kuliah, masih nodong orang tua, sementara cowok si Amoy telah bekerja, akhirnya kuihklaskan kepergian Amoy. Sebelum berpisah Amoy kuajak ke Tawangmangu selama dua hari, berdua memuaskan hasrat sebelum berpisah. Memang Amoy sendiri tidak bisa menolak cowok tersebut yang masih terhitung famili jauhnya, setelah kunasihati akhirnya Amoymau mengerti dan menerima lamaran cowoknya.
Kini aku jomblo lagi, sementara cewekku dulu sudah aku putuskan kemarin-kemarin, yah semoga bro-bro masih mau membaca kisah petualanganku yang lain di cerita selanjutnya.


Post By : PokerAstro
Share:

Bercinta Dengan Partner Kerja


Saya adalah seorang laki laki biasa yang baru saja ditinggalkan oleh istri saya. karena memiliki masalah rumah tangga dan kami pun memang memiliki sifat yang keras untuk tidak mau saling mengalah.


Saya bekerja di salah satu perusahaan swasta, ditempat kerja saya sudah tidak banyak bercanda seperti biasanya. Dan itu yang membuat salah satu wanita rekan kerja saya merasa simpati pada saya. Sehingga setelah selesai jam kerja, kami pulang bareng. Selama di dalam tram saya banyak menjawab pertanyaannya tentang kepergian istri saya. Sehingga kami tidak banyak menaruh perhatian pada macetnya kota Melbourne pada jam-jam selesai kerja seperti ini.

Tanpa terasa kami sudah berada di dalam tempat tinggal saya, setelah saya persilakan dia untuk mengambil apa yang dia mau di kulkas, saya langsung ke kamar mandi untuk menumpahkan air pipis yang sejak dari tadi sudah di ujung kemaluanku.

Sekembalinya saya keruang tamu, teman saya sudah duduk sambil baca baca majalah dengan satu kaleng Coca-Cola. Sayapun duduk di sampingnya. Tapi tidak terlalu rapat. Saya hidupkan TV kebetulan acara berita nasional negara ini. Agen Judi Terbaik

Kamipun bercerita panjang lebar tentang teman saya itu, seperti sudah berapa lama dia telah meninggalkan Hongkong tempat asalnya. Tapi setiap kali dia menjawab pertanyaanku dia selalu tersenyum sambil matanya memandang ke arah selangkanganku. Aku langsung melirik selangkanganku, rupanya aku lupa men-zip-nya. Langsung kutarik zip-nya, sambil bercanda padanya.

“Maklumlah Lia, soalnya udah lama sarangnya pergi!”, Kataku pada Lia.
“Memangnya sudah berapa lama burungmu tidak masuk kandang?”, Lia membalas candaku sambil meneguk Coca Cola dengan sedikit senyum di bibirnya.
“Kira kira 5 minggulah, emangnya kenapa nanya nanya?”, Aku meneruskan sambil mencoba membetulkan posisi dudukku.

“Akh, aku nggak percaya. Mana ada sich laki laki yang sudah pernah begituan akan tahan selama itu untuk tidak melakukannya?”, Bantahnya sambil senyum.
“Memang sich, aku nggak tahan. Jadi selama ini aku pakai tangan aja”, Jawabku.
Sambil tertawa lebar, Lia menghampiriku. Dan Lia duduk di sebelahku, rapat sekali.”Perlu dibantu?”, Tanyanya sambil tangan kanannya meraba-raba penisku.

Lia memang gadis Hongkong yang menawan, diusianya yang dua puluhan dia sangat menarik setiap mata laki-laki yang memandangnya. Karena dengan buah dada dan bongkahan pantatnya yang lebih besar dari ukuran rata-rata orang tempat asalnya. Aku jadi berani, kurangkul pundaknya sambil kulumat bibir yang berlipstick merah muda menawan itu.

Liapun membalas dengan nafasnya yang semakin membuatku untuk mempererat rangkulanku. Aku merasa sedikit sakit pada penisku yang sudah sangat keras karena rabaan Lia. Dengan tak sabar kulepas rangkulanku dari pundak Lia dan dengan kedua tanganku kubuka celanaku sambil tetap duduk. Agak susah memang. Tapi berhasil juga.

Kudengar Lia mendesah bersamaan dengan tangannya yang menggenggam langsung penisku yang hanya pas-pasan dengan lingkaran tangannya itu. Kamipun kembali berpagutan, hanya kali ini tangan kiriku telah meremas-remas buah dadanya yang kenyal dan semakin kenyal itu. Sedangkan tangan kananku membelai-belai tengkuknya. Lia semakin memperdengarkan desahnya.

“Ed, kita ke kamarmu saja.., ayo Ed, aku sudah tak tahan nich?”, Lia memohon mesra. Aku pun berdiri, tapi ketika aku ingin membuka pakaianku, aku tersentak kaget karena Lia sudah menarik penisku sambil menanyakan di mana kamarku. “Pelan pelan Lia, sakit nich!”, protesku atas tangan Lia yang menggenggam penisku dengan sangat ketat itu.

Aku berjalan sambil membuka bajuku ke arah kamarku yang telah kutunjukan pada Lia. (Sebenarnya aku tak mau menggunakan kamar dimana aku dan istriku tidur sebelum istriku itu pergi. Tapi bagaimana lagi. Sudah nafsu sekali saat itu).

Sesampai di kamar Lia dengan tergesa membuka seluruh pakaiannya. BH-nya, CD-nya. Semua dibuka dengan tergesa. Lalu Lia langsung menghampiriku yang sudah lebih dulu berbaring telentang di atas kasur sambil mengocok perlahan penisku agar semakin tegang, sambil melihat Lia membuka pakaiannya. Agen Judi Uang Asli

Lia berbaring miring di sebelahku, bibirnya mencari bibirku sedangkan tangan kanannya menggantikan tanganku untuk mengocok-ngocok penisku. Aku mendesah. Liapun semakin beringas menciumi seluruh wajahku. Telingakupun tak lepas dari sapuan lidahnya. Aku merasakan nikmat bercampur geli yang tak terkira.

Jilatan Lia semakin turun ke arah leherku, dadaku dan kedua puting payudaraku juga dililitnya dengan lidah. Sambil tangannya semakin cepat mengocok penisku yang sedikit terasa sakit karena genggamannya terlalu keras.


Jilatan Lia telah berada di atas pusarku, lidahnya dicoba untuk masuk dalam lubang pusarku, dapat kudengar desahnya. Walau desahku lebih besar darinya. Kini lidah Lia menyisir bulu-bulu penisku. Aku semakin tak tahan. Tapi aku menunggu, karena aku tahu kemana tujuan sebenarnya jilatan lidah Lia itu.

Ternyata aku salah, kukira Lia akan melahap penisku. Ternyata Lia malah menjilat jilat kedua bijiku bergantian. Tangannya tak lepas mengocok penisku. Sambil sesekali jari jempolnya menyapu ujung penisku yang telah basah karena air nikmatku telah membasahi bibir ujung kemaluanku. Geli dan nikmat sekali waktu Lia melakukan itu. Aku tersentak karena memek nya.

Karena waktu Lia melakukan itu badannya agak nungging di sampingku, maka kucoba meraih bongkahan pantatnya. Kuusap-usap, Lia mendesah nikmat rupanya. Jariku tak mau berhenti sampai disitu, jariku mencari-cari lubang kemaluannya. Setelah jariku menemukannya ternyata sudah basah sekali. Semua itu membuat jariku semakin mudah untuk mencari lubangnya.

Kusapu lubangnya dengan jariku sambil sekali-kali kumasukan jari telunjukku ke dalam lubangnya. Lia mendesah hebat sambil melepas jilatan lidahnya dari kedua bijiku. Kuraih pantat Lia agar tepat berada di atas wajahku. Kini kedua tanganku beraksi atas bagian belakang tubuh Lia.

Jari telunjuk tanganku yang kanan kumasukan ke dalam lubang vagina Lia sambil memaju mundurkan. Sedangkan jari telunjuk tangan kiriku menggosok gosok clitorisnya. Dapat kulihat dari bawah selangkangannya, Lia membuka mulutnya lebar tanpa bersuara merasakan nikmat. Bonus Deposit

Ketika niatku hendak menggunakan lidahku untuk menjilat vaginanya, aku merasakan nikmat dan sedikit ngilu yang tak terkira. Rupanya Lia telah melahap bagian kepala penisku. Lidahnya melilit-lilit di atas permukaan kepala penisku.

Akupun ingin menandinginya dengan mejilat-jilat permukaan lubang vagina Lia. Sambil sekali-kali kucoba untuk memasukan lidahku kedalam vaginanya. Agak asin memang, tapi yang lebih terasa adalah nikmatnya. Semakin nikmat lagi saat kudengar Lia mengeluh karena jilatan lidahku.

Lia telah memasukan penisku setengahnya dalam mulutnya sebentar sebentar dinaikan kepalanya, kemudian diturunkan lagi. Yang membuat aku merasa nikmat adalah saat Lia menurunkan wajahnya untuk melahap penisku, karena Lia telah mengecilkan lingkaran mulutnya.

Sehingga hanya pas sedikit ketat ketika bibirnya menelusuri penisku dari atas ke bawah. Oh nikmat sekali. Aku hampir saja muncrat kalau aku tidak segera minta Lia membalikan badannya hingga wajahnya berhadapan denganku. Aku membalas senyumnya yang kelelahan menahan nikmat yang baru saja kami alami.
Kucium lagi mulutnya yang sangat becek oleh air liurnya. Lalu kubalikan Lia agar berada dibawahku. Kulebarkan selangkangannya kugenggam penisku dengan tangan kananku, lalu kugosok-gosok kepala penisku pada permukaan kemaluannya.

“Oh.., Ed.., terus Ed.., aahh.., nikmat sekali.., sshh”, erang Lia. Akupun mempercepat gesekannya, Lia menggeleng gelengkan kepalanya.

Lalu dengan tiba tiba kutancapkan penisku ke dalam vaginanya yang sudah banjir itu dengan satu hentakan keras, masuklah 3/4 nya penisku dengan leluasa. Bersamaan dengan itu Lia berteriak sambil badannya sebatas bahu terangkat seperti hendak berdiri matanya membelalak menghadapi tikamanku yang tiba-tiba itu.

“oohh Edwiinn.., enaak.., terus.., Ed.., terus.., lebih cepat Ed.., ayo Ed.., terus.., aahh”, erang Lia sambil menghempaskan kembali bahunya ke kasur.

Kedua tangan Lia membelai wajahku sambil menggigit bibirnya yang bawah matanyapun menunjukan bahwa saat ini Lia sedang merasakan nikmat persetubuhan yang tiada tara. Akupun semakin cepat memaju-mundurkan penisku. Nikmat yang kurasakan tiada bandingnya. Vagina Lia masih boleh dibilang sempit. Bonus New Member
“Enak Lia?”, tanyaku padanya sambil memaju-mundurkan penisku. Lia tidak menjawab, hanya desahannya saja yang semakin jelas terdengar.
“Enak nggak Lia?”, tanyaku lagi. Lia menjawab dengan anggukan kecil sambil menggigit kembali bibir bawahnya.

“Jawab dong Lia, nikmat nggak?”, paksaku walaupun ini adalah pertanyaan bodoh.
“Luar biasa Ed.., sshh.., aku hampir keluar nich oohh”, katanya terputus putus.
“Aku masukin semuanya yach Lia?”, tanyaku padanya yang sedang melayang.
“sshh.., em.., emangnya belum semuanya dimasukin?”, Lia balik bertanya heran sambil menatapku dengan sayu.

“Belum!”, Jawabku singkat sambil terus maju mundur.


Tangannyapun bergerak ke bawah untuk memastikan belum semua penisku masuk ke dalam lubang vaginanya. Ketika tangannya berhasil menyentuh sisa penisku yang masih di luar, aku merasa tambah nikmat.

“Oohh.., Ed masukin Ed.., masukin semuanya Ed.., aahh”, pintanya sambil menarik pinggangku dengan kedua tangannya dan matanyapun terpejam menantikan.

Kucoba menahan tarikan tangan Lia pada pinggangku, agar masuknya sisa penisku tidak terlalu cepat. Aku ingin memberikan kenikmatan persetubuhan tak terlupakan padanya. Benar saja, ketika sedikit demi sedikit sisa penisku masuk, Lia mendesis seperti ular yang berhadapan dengan musuhnya. “Sshh.. sshh”, sambil matanya terpejam ketat sekali menahan nikmat telusuran penisku ke dalam vaginanya.

Kedua tangannyapun menjambak-jambak rambutnya sendiri. Tanpa diduga kucabut penisku, hanya tinggal kepalanya saja yang masih tenggelam. Lia seperti ingin protes, tapi terlambat. Karena aku telah menekannya lagi dengan sekali tancap masuklah semua penisku.

“Edwiinn!”, teriak Lia keras sekali sambil tangannya memukul-mukul tempat tidur.

Aku semakin percepat gerakanku, walaupun aku sudah merasa sedikit lelah dengan pinggangku yang sejak tadi maju mundur terus.

“Terus Ed.., oohh.., terus.., teruss.., oohh.., oohh.., aahh”.

Lia mengerang bersamaan dengan tercapainya Lia pada puncaknya, sambil tangannya meremas-remas sprei tempat tidur di kanan dan kirinya, badannya tersentak-sentak hanya putih yang kulihat di matanya. Tapi aku masih terus memacu untuk menyusulnya, makin cepat, makin cepat lagi nafasku memburu. Bunyi nikmat terdengar dari dalam vagina Lia karena air nikmatnya itu.

“Oh Lia.., oohh.., aahh..”, cepat kucabut penisku agar tak muncrat di dalam, kugenggam penisku, kuarahkan penisku ke perut Lia, di sanalah air nikmatku mendarat.

Lia cepat bangkit dan mendorongku agar telentang, kemudian Lia melahap separuh penisku ke dalam mulutnya. Lidahnya menjilat-jilat mulut kecil di ujung penisku. Aku merasa ngilu sekali dan tangan Lia yang mengocok-ngocok penisku seperti hendak memastikan agar keluar semua air nikmatku.

“Sudah Lia.., sudah.., ngilu nich.., uuhh.., sudah”, pintaku padanya. Tapi Lia masih saja memaju-mundurkan mulutnya terhadap penisku yang semakin ngilu sekali. Setelah yakin tidak ada lagi air nikmat yang akan keluar dari penisku Liapun merebahkan kepalanya di atas perutku sambil memandangku dengan penuh kepuasan.

Kemudian keadaan membisu, hanya detak jam dinding yang mengingatkan akan kenikmatan persetubuhan yang baru saja kami alami. Kami memang mencoba untuk mengingat kembali persetubuhan yang sempat membawa kami ke awang-awang.

“Lia, sudah jam 8 nich. Kamu nggak pulang?”, tanyaku memecahkan kesunyian. Lia seakan tak mendengar ucapanku. Kemudian dengan lembut kuangkat kepalanya dan keletakan di atas kasur. Akupun coba bangkit, tapi sebelum aku turun dari tempat tidur kurasakan tangan Lia memegang perutku. Daftar Disini

“Mau kemana Ed?”, tanyanya sambil melepas nafas panjang.

“Mau mandi dulu nich, lengket semua rasanya badanku”, Jawabku sambil menoleh ke arahnya.

“Tunggu dikit lagi, kita mandi sama-sama” Lia memohon sambil melingkarkan kedua tangannya di pinggangku. memek Lia sungguh nikmat

Lalu kamipun pergi ke kamar mandi dan mandi berdua serta mengulanginya permainan seks yang sempat terputus tadi di kamar. Setelah merasa puas melakukan persetubuhan, kamipun istirahat sambil berpelukan hingga esok pagi. Sejak kejadian itu saya dan Lia semakin akrab dan selalu mengulangi persetubuhan yang telah kami lakukan. Sampai akhirnya istrikupun pulang kembali ke apartemenku, tapi itu tidak membuatku lupa akan percintaan dengan Lia.

Dan Kamipun sering melakukan persetubuhan di apartemenku ketika istriku tidak ada atau di kantor, hotel serta apartemen Lia bila istriku sedang di rumah.


Post By : PokerAstro
Share:

Friday, September 13, 2019

Pembantuku Yang Lugu Ketagihan Ngentot Dengan Ku


Cerita ini terjadi pada tahun 1999, bermula ketika aku kembali kantor tidak cukup lebih pukul 14:00, jauh lebih cepat dari seringkali yang pukul 19:00. Anakku seringkali pulang dengan ibunya pukul 18:30, dari lokasi tinggal neneknya. Seperti biasanya, aku langsung mengubah celanaku dengan sarung kegemaranku yang tipis namun adem, tanpa celana dalam. Pada ketika aku terbit kamar, nampak Sumiah sedang menyiapkan minuman untukku, segelas besar es teh manis.


Pada ketika dia akan menyerahkan padaku, tiba-tiba dia tersandung karpet di depan sofa di mana aku duduk sambil menyimak koran, gelas terlempar ke tempatku, dan dia terjerembab tepat di pangkuanku, kepalanya membentur keras kemaluanku yang melulu bersarung tipis. Spontan aku meringis kesakitan dengan badan yang telah basah kuyup tersiram es teh manis, dia bangun mencuci gelas yang jatuh seraya memohon maaf yang tidak henti-hentinya.

Semula aku bakal marah, namun menyaksikan wajahnya yang lugu aku jadi kasihan, seraya aku memegangi kemaluanku aku berkata, “Sudahlah nggak pa-pa, cuman iniku jadi pegel”, seraya menunjuk kemaluanku.
“Sum mesti gimana Pak?” tanyanya lugu.
Aku berdiri seraya berganti kaos oblong, menyahut seraya iseng, “Ini musti diurut nih!”
“Ya, Pak nanti saya urut, namun Sum bersihin ini dulu Pak!” jawabnya.

Aku langsung masuk kamar, perasaanku saat tersebut kaget bercampur senang, sebab mendengar jawaban pembantuku yang tidak disangka-sangka. Tidak lama lantas dia mengetuk pintu, “Pak, Mana Pak yang mesti Sum urut..” Aku langsung rebah dan membuka sarung tipisku, dengan kemaluanku yang masih lemas menggelantung. Sum mendekat pinggir lokasi tidur dan duduk. Agen Judi Terbaik

“Pake, rhemason apa balsem Pak?” tanyanya.
“Jangan.. pake tangan aja, ntar dapat panas!” jawabku.

Lalu dia meraih batang kemaluanku perlahan-lahan, sekonyong-konyong kemaluanku bergerak tegang, saat dia menggenggamnya.

“Pak, kok jadi besar?” tanyanya kaget.
“Wah tersebut bengkaknya harus cepet-cepet diurut. Kasih ludahmu aja biar nggak seret”, kataku tidak banyak tegang.

Dengan tenang wajahnya mendekati kemaluanku, diludahinya ujung kemaluanku.

“Ah.. tidak cukup banyak”, bisikku bernafsu.


Kemudian kuangkat pantatku, hingga ujung kemaluanku menyentuh bibirnya, “Dimasukin aja ke mulutmu, biar nggak cape ngurut, dan cepet terbit yang buat bengkak!” perintahku seenaknya.

Perlahan dia memasukkan kemaluanku, kepalanya kutuntun naik turun, tadinya kemaluanku kena giginya terus, namun lama-lama barangkali dia terbiasa dengan irama dan tusukanku. Aku merasa nikmat sekali. Agen Judi Uang Asli

“Akh.. uh.. uh.. hah..” Kulumannya semakin nikmat, saat aku mau terbit aku bilang kepadanya, “Sum nanti bila aku keluar, tidak boleh dimuntahin ya, telan aja, sebab tersebut obat bikin kesehatan, bagus sekali bikin kamu”, bisikku. “Hepp.. ehm.. HPp”, jawabnya seraya melirikku dan terus mengulum naik turun.

Akhirnya kumuncratkan seluruh air maniku. “Akh.. akh.. akh.. Sum.. Sum.. enakhh..” Pada ketika aku menyemprotkan air maniku, dia diam tidak bergerak, wajahnya meringis menikmati cairan asing mengairi kerongkongannya, melulu aku saja yang menuntun kepalanya supaya tetap tidak melepas kulumannya.

Setelah aku lemas baru dia mencungkil kulumannya, “Udah Pak?, apa masih sakit Pak?” tanyanya lugu, dengan wajah yang memelas, bibirnya yang basah memerah, dan tidak banyak berkeringat. Aku tertegun memandang Sum yang begitu menggairahkan ketika itu, aku duduk menghampirinya, “Sum anda capek ya, apa anda mau tahu bila kamu diurut pun kamu dapat seger kayak Bapak sekarang!”

“Nggak Pak, saya nggak capek, apa bener sih Pak kalo diurut kayak tadi, bisa buat seger? tanyanya semakin penasaran. Aku melulu menjawab dengan anggukan dan seraya meraih pundaknya kucium keningnya, kemudian turun ke bibirnya yang basah dan merah, dia tidak meronta pun tidak membalas. Aku menikmati keringat dinginnya mulai keluar, saat aku mulai membuka kancing bajunya satu persatu, sama sekali dia tidak berontak sampai tinggal celana dalam dan Bh-nya saja.

Tiba-tiba dia berkata, “Pak, Sum malu Pak, nanti kalo Ibu dateng gimana Pak?” tanyanya takut.
“Lho Ibu kan baru nanti jam enam, kini baru jam tiga, jadi anda tetap bisa buat seger badan”, jawabku sarat nafsu. Lalu seluruh kubuka tanpa penutup, begitu pun aku, kemaluanku telah mulai berdiri lagi. Dia kurebahkan di ambang tempat tidur, kemudian aku berjongkok di depan dengkulnya yang masih tertutup rapat, “Buka pelan-pelan ya, nggak pa-pa kok, aku cuma inginkan urut punya kamu”, kataku meyakinkan, kemudian dia mulai membuka pangkal pahanya, putih, bersih dan paling sedikit bulunya yang mengitari liang kewanitaannya, ingin botak.


Dengan ketidaksabaranku, aku langsung menjilat bibir luar kewanitaannya penolong lugu korban seks majikan, tanpa ampun aku jilat, sesekali aku sodokkan lidahku ke dalam, “Akh.. Pak geli.. akh.. akuhhfh..” Klitorisnya basah mengkilat, berwarna merah jambu. Aku hisap, melulu kira-kira 5 menit kulumat liang kewanitaannya, kemudian dia berteriak seraya menggeliat dan mengapit kepalaku dengan pahanya serta matanya terpejam. “Akh.. akh.. uahh..” teriakan panjang disertai mengalirnya cairan dari dalam liang kewanitaannya yang langsung kujilati hingga bersih. Bonus Deposit

“Gimana Sum, enak?” tanyaku nakal. Dia mengangguk seraya menggigit bibir, matanya basah kutahu dia masih takut. “Nah sekarang, bila kamu telah ngerti enak, anda coba lagi ya, anda nggak usah takut!”. Kuhampiri bibirnya, kulumat bibirnya, dia mulai menyerahkan reaksi, kuraba buah dadanya yang kecil, kemudian kuhisap-hisap puting susunya, dia menggelinjang, lama kucumbui dia, sampai dia merasa rileks dan mulai menyerahkan reaksi untuk menjawab cumbuanku, kemaluanku telah tegang.

Kemudian kuraba liang kewanitaannya yang ternyata telah berlendir dan basah, peluang ini tidak kusia-siakan, kutancapkan kemaluanku ke dalam liang kenikmatannya, dia berteriak kecil, “Aauu.. sakit Pak!”. Lalu dengan perlahan kutusukkan lagi, sempit memang, “Akhh.. uuf sakit Pak..”. Melihat wajahnya yang melulu meringis dengan bibir basah.

Kuteruskan tusukanku seraya berkata, “Ini nggak bakal lama sakitnya, nanti lebih enak dari yang tadi, sakitnya tidak boleh dirasain..” tanpa menantikan reaksinya kutancapkan kemaluanku, meskipun dia meronta kesakitan, pada ketika kemaluanku tenggelam di dalam liang surganya kulihat matanya berair (mungkin menangis) namun aku telah tidak memikirkannya lagi, aku mulai melayangkan semua nafsuku guna si Sum.

Hanya selama 7 menit dia tidak menyerahkan reaksi, tetapi setelah tersebut aku menikmati denyutan di dalam liang kewanitaannya, kehangatan cairan liang kewanitaannya dan erangan kecil dari bibirnya. Aku tahu dia akan menjangkau klimaks, saat dia mulai menggoyangkan pantatnya, seolah menolong kemaluanku memompa tubuhnya. Tak lama kemudian, tangannya merangkul erat leherku, kakinya mengapit pinggangku, pantatnya naik turun, matanya terpejam, bibirnya digigit seraya mengerang

“Pak.. Pak terus.. Pak.. Sum.. Summ..Sum.. daapet enaakhh Pak.. ahh..” mendengar erangan seperti tersebut aku kian bernafsu, kupompa dia lebih cepat dan.. “Sum.. akh.. akh.. akh..” kusemprotkan seluruh maniku dalam liang kewanitaannya, seraya kupandangi wajahnya yang lemas. Aku lemas, dia juga lemas. Bonus New Member

“Sum aku nikmat sekali, berakhir ini anda mandi ya, terus beresin lokasi tidur ini ya!”, suruhku di tengah kesenangan yang kurasakan.
“Ya Pak”, jawabnya singkat seraya mengenakan pakaiannya kembali.

Ketika dia mau terbit kamar guna mandi dia berbalik dan bertanya, “Pak.. kalo kembali siang kayak gini telpon dulu ya Pak, biar Sum dapat mandi dulu, terus dapat ngurutin Bapak lagi”, kemudian ngeloyor terbit kamar, aku masih tertegun dengan omongannya barusan, seraya menoleh ke sprei yang ada bercak darah perawan Sum.

Saat ini Sum masih bekerja di rumahku, masing-masing 2 hari menjelang menstruasi (datang bulannya paling teratur), aku kembali lebih mula untuk bersangkutan dengan pembantuku, namun nyaris setiap hari di pagi hari tidak cukup lebih pukul 5, kemaluanku tidak jarang kali dikulumnya ketika dia membasuh di ruang cuci, pada saat tersebut isteriku dan anak-anakku belum bangun. Daftar Disini


Post By : PokerAstro
Share:

Enaknya Ngentot Memek Sempit Melisa


Mulanya lubang tersebut kututup dengan kertas putih. Tapi sesudah gadis manis tersebut kost di sebelah kamarku. Maka kertas putih tersebut aku lepas. Sampai-sampai aku bisa bebas dan jelas menyaksikan apa yang terjadi pada kamar di sebelahku itu. Suatu malam aku mendengar suara pintu di sebelah kamarku dibuka, kemudian aku seperti seringkali naik ke atas meja guna mengintip.


Ternyata gadis tersebut baru kembali dari sekolahnya.., namun kok hingga larut malam begini tanyaku dalam hati. Gadis manis tersebut yang belakangan namanya kuketahui yakni Melisa. Membubuhkan tasnya lalu menanggalkan sepatunya lantas mengambil segelas air putih dan meminumnya. Akhirnya dia duduk di kursi seraya mengusung kakinya menghadap pada lubang angin lokasi aku mengintip. Melisa sama sekali tidak dapat melihat ke arahku sebab lampu kamarku sudah kumatikan. Sehingga justeru aku yang bisa leluasa menyaksikan ke dalam kamarnya. Agen Judi Terbaik

Kaki nya di angkat ke atas kursi, tampak jelas bentuk tonjolan memek di balik CD nya. Kemudian saja tiba-tiba penisku yang berada dalam celanaku otomatis mulai ereksi. Mataku mulai melotot menyaksikan keindahan yang tiada duanya. Lagipula ketika Melisa kemudian bangkit dari kursi dan mulai melepas baju dan rok sekolahnya. Sehingga sekarang tinggal BH dan celana dalamnya.

Sebentar dia bercermin menyimak tubuhnya yang ramping putih dan tangannya mulai meluncur pada payudaranya yang ternyata masih kecil juga. Diusapnya payudaranya dengan lembut. Di pelintir nya pentil susunya yang sudag mengeras. Rupanya dia sudah mulai sange dan memasukan tangganya ke celana dalamnya digosoknya dengan pelan. Tangannya mulai masuk ke celananya dan bermain lama.

Aku bergetar lemas melihatnya, sementara penisku sudah paling tegang sekali. Lalu kulihat Melisa mulai mencungkil celana dalamnya dan. Woww, belum terdapat bulunya sama sekali, suatu vagina yang menggunduk seperti gunung kecil yang tak berbulu. Ohh, begitu indah, begitu mempesona. Lalu kulihat Melisa naik ke lokasi tidur, menelungkup dan menggoyangkan pantatnya ibarat sedang bersetubuh. Melisa menggoyang pantatnya ke kiri, ke kanan.., naik dan turun.

Rupanya sedang mencari kesenangan yang hendak sekali dia rasakan. Tapi hingga lama Melisa bergoyang rupanya kenikmatan tersebut belum dicapainya. Lalu dia bangkit dan mengarah ke kursi dan ditempelkannya vaginanya pada ujung kursi seraya digoyang dan ditekan maju mundur.
Kasihan Melisa.., rupanya dia sedang terangsang berat.., suara nafasnya yang ditahan mencerminkan dia sedang berjuang meraih dan mencari kesenangan surga.

Namun belum pun selesai, Melisa lantas mengambil spidol. Diairi dengan ludahnya kemudian pelan-pelan spidol tersebut dimasukan ke lubang vaginanya. Begitu spidol tersebut masuk selama satu atau dua centi matanya mulai merem melek dan erangan nafasnya kian memburu. “Ahh.., ahh”, Lalu dicopotnya spidol tersebut dari vaginanya, kini jari tengahnya mulai pun dicolokkan ke dalam vaginanya. Pertama jari tersebut masuk sekedar kukunya lantas dia dorong lagi jarinya guna masuk lebih dalam yakni setengahnya.

Dia melenguh, “Oohh.., ohh.., ahh”, namun heran aku jadinya, jari tengahnya ditarik keluar lagi dari vaginanya. Tidak cukup nikmat rupanya.., kemudian dia menyaksikan sekeliling menggali sesuatu. Aku yang menonton semua tersebut betul- betul telah tidak tahan lagi. Penisku sudah paling mengeras dan tegang luar biasa, kemudian kubuka celana dalamku dan kini penisku bebas bangun lebih gagah. Lebih banyak lagi ereksinya menyaksikan vagina si Melisa yang sedang terangsang itu. Lalu aku mengintip lagi dan kini Melisa rupanya sedang menempelkan vaginanya yang bahenol tersebut pada ujung meja belajarnya. Agen Judi Uang Asli

Kini gerakannya maju mundur seraya menekannya dengan kuat. Lama dia melakukan seperti itu.., dan tiba- mendarat dia melenguh. “Ahh.., ahh.., ahh”, rupanya dia sudah mencapai kesenangan yang dicari-carinya. Setelah selesai, dia kemudian berbaring di lokasi tidurnya dengan nafas yang tersengal-sengal. Kini posisinya tepat sedang di depan pandanganku. Kulihat vaginanya yang berubah warna menjadi agak kemerah-merahan sebab digesek terus dengan ujung kursi dan meja. Terlihat jelas vaginanya yang menggembung kecil ibarat kue apem yang hendak rasanya kutelan. Kulumat habis.., dan tanpa terasa tanganku mulai mengurangi biji penisku dan kukocok penisku yang sedang dalamn posisi “ON”.


Kuambil tidak banyak krim pembersih muka dan kuoleskan pada kepala penisku, kemudian kukocok terus, kukocok naik turun dan. “Akhh”, aku mengeluh pendek saat air maniku muncrat ke tembok. Seraya mataku tetap menatap pada vagina Melisa yang masih telentang di lokasi tidurnya. Nikmat sekali rasanya onani sambil menonton Melisa yang masih berbaring telanjang bulat.

Kuintip lagi pada lubang angin, dan rupanya dia ketiduran, barangkali capai dan lelah. Esok harinya aku bangun kesiangan, kemudian aku mandi dan buru-buru berangkat ke kantor. Di kantor laksana biasa tidak sedikit kerjaan menumpuk dan rasanya hingga jam sembilan malam aku baru selesai. Meja kubereskan, komputer kumatikan dan aku kembali naik taksi dan selama jam sepuluh aku hingga ke lokasi kostku. Setelah santap malam tadi di jalanan, aku masih membuka kulkas dan meminum bir dingin yang bermukim dua botol.

Aku duduk dan mengobarkan TV, ku-stel volumenya lumayan pelan. Aku memang orang yang tidak suka berisik, dalam bicarapun aku senang suara yang pelan, bila ada perempuan di kantorku yang bersuara keras, aku langsung menghindar, aku tidak suka. Acara TV rupanya tidak terdapat yang bagus, kemudian kuingat kamar sebelahku, Melisa.., yang tadi malam sudah kusaksikan segalanya yang menciptakan aku sangat hendak memilikinya Aku naik ke lokasi biasa dan mulai lagi mengintip ke kamar sebelah. Melisa yang cantik tersebut kulihat tengah istirahat di kasurnya.

Kulihat nafasnya yang tertata naik turun menandakan bahwa dia sedang sungguh-sungguh tidur pulas. Tiba-tiba nafsu jahilku timbul, dan segera kuganti celana panjangku dengan celana pendek dan dalam celana pendek tersebut aku tidak menggunakan celana dalam lagi, aku telah nekat, kamar kostku kutinggalkan dan aku pura-pura duduk di luar kamar sambil mengisap rokok sebatang ji sam su. Setelah kulihat situasinya aman dan tidak terdapat lagi orang, ternyata pintunya tidak di kunci, barangkali dia tak sempat atau pun memang telah ngantuk sekali, jadi dia tidak memikirkan lagi mengenai kunci pintu.

Dengan berjingkat, aku masuk ke kamarnya dan pintu langsung kukunci pelan dari dalam, kuhampiri lokasi tidurnya, kemudian aku duduk di lokasi tidurnya memandangi wajahnya yang mungil dan, “Alaamaak”, Melisa menggunakan daster yang tipis, daster yang tembus pandang sampai-sampai celana dalamnya yang kini berwarna merah muda paling jelas terbayang di hadapanku. Waw mantapu sekali, penisku langsung tegang sempurna sehingga keluar dari celana pendekku. Bonus Deposit

Kulihat wajahnya, matanya, alisnya yang tebal, dan hidungnya yang mancung agak tidak banyak menekuk tanda bahwa gadis ini memiliki nafsu besar dalam seks, tersebut memang rahasia lelaki untuk yang tahu. Ingin rasanya aku langsung menubruk dan mejebloskan penisku ke dalam vaginanya, namun aku tidak mau sembrono seperti itu. Setelah aku yakin bahwa Melisa benar-benar telah pulas, pelan- pelan kubuka tali dasternya, dan terbukalah, kemudian aku sampirkan ke samping. Kini kulihat pahanya yang putih kecil dan padat itu. Sungguh indah bentuknya lagipula CDnya yang mini menciptakan gundukan kecil ibarat gunung merapi yang masih ditutupi oleh awan menciptakan penisku mengejat- ngejat dan mengangguk- ngangguk.

Pelan-pelan tanganku kutempelkan pada vaginanya yang masih tertutup itu, aku diam sebentar takut bila kalau Melisa bangun, aku dapat kena malu, namun rupanya Melisa benar-benar tertidur pulas, kemudian aku mulai menyibak celana dalamnya dan menyaksikan vaginanya yang mungil, lucu, menggembung, ibarat kue apem yang ujungnya ditempeli suatu kacang. Wadduh aku gemetar, kumainkan jariku pada bibir vaginanya, kuputar terus, kugesek pelan.

Sekali-sekali kumasukkan jariku pada lubang kecil yang sungguh-sungguh indah, bulunyapun masih tipis dan lembut. Penisku rasanya kian ereksi berat, aku mendesah lembut. Ahh, indahnya kau Melisa, alangkah kuingin memilikimu, aku menyayangimu, cintaku langsung melulu untukmu. Oh, aku terperanjat sebentar saat Melisa bergerak, rupanya dia menggerakkan tangannya sebentar tanpa sadar, sebab aku mendengar nafasnya yang tertata berarti dia sedang istirahat pulas.

Lalu dengan sigap kuturunkan CDnya. Pelan pelan, dan lepaslah celana dalam dari tempatnya. Kemudian kulepas dari kakinya sehingga sekarang Melisa benar-benar telanjang bulat. Luar biasa, estetis sekali bentuknya, dari kaki hingga wajahnya kutatap tak berkedip. Payudaranya yang masih berupa puting tersebut sangat estetis sekali. Akh, paling luar biasa, pelan-pelan kutempelkan wajahku pada vaginanya yang merekah bak bunga mawar, kuhirup wewangian wanginya yang khas. Oh, aku benar-benar tidak tahan, kemudian lidahku kumainkan di dekat vaginanya. Bonus New Member


Aku memang familiar sebagai si pandai lidah, sebab setiap perempuan yang telah pernah kena lidahku atau jilatanku tentu akan ketagihan, aku memang jago memainkan lidah, maka aku praktekan pada vagina si Melisa ini. Lereng gunung vaginanya kusapu dengan lidahku, kuayun lidahku pada pinggiran kemudian sekali-kali sengaja kusenggol clitorisnya yang estetis itu.

Kemudian gua kecil tersebut kucolok lembut dengan lidahku yang sengaja kuulur panjang, aku belai terus, aku colok terus, kujelajahi gua indahnya sampai-sampai lama- kelamaan gua tersebut mulai basah, lembab dan berair. Oh, nikmatnya air itu, wewangian yang khas membuatku terkejet-kejet, penisku telah tidak sabar lagi, namun aku masih takut bila kalau Melisa terbangun dapat runyam nanti.

Tapi tekanan kuat pada penisku sudah paling besar sekali. Nafasku benar-benar tidak karuan, namun kulihat Melisa masih tetap saja pulas tidurnya.-Akupun lebih energik lagi, kini semua keterampilan lidahku kupraktekan ketika ini juga, spektakuler memang, vagina yang mungil, vagina yang indah, vagina yang telah basah. Dan siap untuk menerobos gua estetis misterius yang ditumbuhi rumput tipis kepunyaan Melisa, tetapi kutahan sebentar, sebab lidahku dan jilatanku masih asyik bermain di sana, masih memberikan kesenangan yang paling luar biasa untuk Melisa.

Sayang Melisa tertidur pulas, andaikata Melisa dapat menikmati dalam suasana sadar tentu sangat luar biasa kesenangan yang sedang dirasakannya itu. Tapi walaupun Melisa ketika ini sedang tertidur pulas secara psycho seks yang berlangsung secara alami dan biologis,..nikmat yang amat sangat tersebut pasti terbawa dalam mimpinya, tersebut pasti dan pasti, walaupun yang dirasakannya kini ini melulu sekitar 25%, Buktinya dengan nafasnya yang mulai tersengal dan tidak tertata serta vaginanya yang telah basah, tersebut menandakan hal psycho tsb telah bekerja dengan baik. Sehingga nikmat yang luar biasa tersebut masih dapat dialami seperempatnya dari keseluruhannya bila di ketika sadar.

Setelah kupuas jilat dari bibir sampai kelobang memeknya, maka pelan-pelan penisku yang memang sudah mohon terus semenjak tadi kuoles-oleskan dulu sesaat pada ujung vaginanya, kemudian pada clitorisnya yang mulai memerah sebab nafsu, rasa basah dan hangat pada vaginanya menciptakan penisku bergerak sendiri otomatis laksana mencari-cari lubang gua dari titik nikmat yang terdapat di vaginanya.

Dan saat penisku dirasa sudah lumayan bermain di wilayah istimewanya, maka dengan hati-hati tetapi pasti penisku kumasukan perlahan-lahan ke dalam vaginanya.., pelan, pelan dan, “sleepp.., slesepp”, kepala penisku yang gundul telah tidak kelihatan sebab batas di kepala penisku telah masuk ke dalam vagina Melisa yang hangat nikmat itu. Lalu kuperhatikan sebentar wajahnya, Masih!, dia, Melisa masih pulas saja, melulu sesaat saja kadang nafasnya agak tidak banyak tersendat, “Ehhss.., ehh.., ss”, laksana orang ngigau.

Lalu kucabut lagi penisku tidak banyak dan kumasukkan lagi agak lebih dalam kira-kira nyaris setengahnya, “Akhh.., ahh, alangkah nikmatnya, alangkah enaknya vaginamu Melisa, alangkah seretnya lubangmu sayang”. Oh, gerakanku terhenti sebentar, kutatap lagi wajahnya yang betul- betul cantik yang menggambarkan sumber seks yang spektakuler dari wajah mata dan hidungnya yang agak menekuk sedikit,.. ohh Melisa, alangkah sempurnanya tubuhmu, alangkah enaknya vaginamu, alangkah nikmatnya lubangmu.

Oh, apapun yang terjadi aku bakal bertanggung jawab guna semuanya ini. Aku paling menyayangimu. Lalu pulang kutekan agak dalam lagi penisku supaya dapat masuk lebih jauh lagi ke dalam vaginanya, “Bleess.., blessess”, “Akhh.., akhh”, sungguh luar biasa, sungguh nikmat sekali vaginanya, belum pernah sekitar ini ada perempuan yang memiliki vagina seenak dan segurih kepunyaan Melisa ini.

Ketika kumasukan penisku lebih dalam lagi, kulihat Melisa agak tersentak sedikit, barangkali dalam mimpinya dia menikmati kaget dan nikmat pun yang spektakuler dan nikmat yang amat sangat saat senjataku sungguh-sungguh masuk, lagi- lagi dia mengerang, erangan nikmat, erangan sorga yang aku yakin sekali bahwa Melisa tentu merasakannya walaupun dirasa dalam tidurnya.

Akupun demikian, saat penisku telah masuk seluruh ke dalam vaginanya, kutekan lagi sampai tenggelam habis, kemudian kuangkat lagi dan kubenamkan lagi seraya kugoyangkan perlahan ke kanan kiri dan ke atas dan bawah, gemetar badanku menikmati nikmat yang bahwasannya yang diserahkan oleh vagina Melisa ini, mengherankan sangat luar biasa, vaginanya paling menggigit lembut, menghisap pelan serta lembut dan meremas senjataku dengan lembut dan kasih sayang.

Benar-benar vagina yang luar biasa. Oh Melisa, tak bakal kutinggalkan kamu. Lalu dengan semnagat ku sodok dengan sangat cepat sambil menciptakan goyangan. Dan gerakan yang memang telah kuciptakan sebagai resep guna memuaskan Melisa ini. Akhirnya senjataku kubenamkan berakhir ke dasar vaginanya yang lembut, berakhir kutekan penisku dalam-dalam. Wah Lubang memek Melisa memang luar biasa Meskipun sangat sempit tetapi mengherankan dapat menampung kontol milikku yang kurasa lumayan besar dan panjang. Belum lagi dengan urat-urat yang tumbuh di dekat batang penisku ini, vagina yang luar biasa.

Lama-kelamaan, saat penisku benar-benar kuhunjamkan berakhir dalam-dalam pada vaginanya, aku mulai menikmati seperti rasa nikmat yang luar biasa, yang bakal muncrat dari lubang perkencinganku. Uhhhh ku genjot terus tuh lubang memek hingga akhirnya muncratlah air maniku di dalam vaginanya yang sempit itu. Aku langsung lemas, dan segera kucabut penisku itu, fobia Melisa terbangun.

Dan sesudah selesai, aku segera membereskan lagi. Celana dalamnya kupakaikan lagi, begitu pun dengan dasternya pun aku kenakan lagi padanya. Sebelum kutinggalkan, aku kecup dulu keningnya sebagai tanda sayang dariku, sayang yang sungguh-sungguh timbul dari diriku, dan kesudahannya pelan-pelan kamarnya kutinggalkan dan pintunya kututup lagi.Aku masuk lagi ke kamarku, berbaring di lokasi tidurku, seraya menerawang, aku menghayati permainan tadi. Oh, sungguh suatu kesenangan yang tiada taranya. Dan Akupun tertidur dengan pulas. Daftar Disini

Keesokan harinya laksana biasa aku bangun pagi, mandi dan siap berangkat ke kantor. Tetapi ketika berkeinginan menutup pintu kamar, tiba- mendarat Melisa keluar dan tersenyum padaku. “Mau berangkat Pak?”, tanyanya, aku dengan gugup kesudahannya mengiyakan ucapannya, kemudian kujawab dengan pertanyaan lagi. “Kok Melisa nggak sekolah?”. “Nanti Pak, Melisa giliran masuk siang”, akupun tersenyum dan Melisapun kemudian bergegas ke depan rumah, rupanya mau menggali tukang bubur ayam, perutnya lapar barangkali. Taxi kucegat dan aku langsung berangkat ke kantor.


Post By : PokerAstro
Share:

Wednesday, September 11, 2019

Nikmatnya Kehangatan Tubuh Milik Istri Bosku


Ini berawal dikala saya berprofesi di Semarang, ditengah lingkungan orang-orang Chinese yang kebanyakan perempuan, Saya berumur 35 tahun melainkan belum menikah dan telah punya pacar yang jauh tempatnya. Istri bossku itulah yang merenggut keperjakaanku.


Suaminya affair dengan seorang perempuan marketing dari Jakarta. Memang saya apabila memandang istri bossku, saya jadi kasihan. Walau telah punya 3 buah hati tetapi kulihat akhir-akhir ini makin tambah seksi khususnya kedua buah dadanya yang membesar. Saya tahu ia turut fitness rutin dan body building di salah satu studio senam. Mungkin untuk mengimbangi WIL suaminya yang memang amat seksi dan suaranya apabila telepon, meminta ampun, merdu sekali. Makanya bossku hingga klepek-klepek seperti burung tidak berdaya. Bossku orang amat kasar, senantiasa menang sendiri dan tiranis pada istrinya. Tak malu ia memarahi istrinya di depan karyawannya. Namun anehnya saya cukup diandalkan. Itu ditunjukkan dikala bossku menyenangi cerita soal keluarganya, buah hati-si kecilnya juga. Saya yang paling diandalkan boleh masuk di rumah, malahan di ruang pribadinya. Wah, hebat sekali. Kapan saya punya kamar seperti ini, daerah tidur yang luas dan nikmat sekali.

Saya berprofesi di kantor, di komponen ekspor dan komputer. Soal komputer saya paling piawai dan berkat keahlianku inilah yang membuatku berhasil mendekati wanita yang paling cantik dan paling seksi di kantorku. Terus jelas saya kini punya affair dengan manager keuangan, paling indah ia di kantorku. Seksi? Bolehlah. Namun saya amat berharap merasakan seks dengan Cik Sasa. Wuah, saya menyenangi membayangkan menggumuli tubuhnya yang seksi. Apalagi apabila saya memandang dari belakang. Paling membuatku tak bendung. Habis, Cik Sasa punya bokong yang wahai amat merangsangku. Apalagi apabila ia menerapkan celana panjang. Wuah.. kejantananku ini tegang meminta ampun hingga maksimum (15 cm dengan diameter 3.5 cm). Saya menyenangi membayangkan mengerjakan senggama dengannya dari belakang dengan menungging. Agen Judi Terbaik

Saya juga berharap merasakan seks dengan adik ipar istri bossku, Cik Nina. Saya terobsesi merasakan tubuhnya yang amat seksi. Adik ipar bossku ini lebih seksi segalanya diperbandingkan Cik Sasa dan Ima (manager keuangan). Sekiranya ke kantor.. wah senantiasa berpakaian seksi dan ketat. Porsi Tubuhnya sungguh luar biasa cantik ditambah buah dada besarnya yang berukuran 36 kali. Wah saya ngiler apabila ia menemuiku dan bicara soal dunia online dan komputer. Bebauan tubuh dan polah tingkahnya amat menantangku. Saya juga berharap merasakan tubuh Cik Nia. Cik Nia karyawan di komponen pemasaran. Saya baru hingga pegang-pegangan tangan saja dengan Cik Nia. Rambutnya sebahu, saya paling menyenangi dengan kedua buah dadanya yang besar juga.
Dengan Ima, saya baru hingga pegang paha dan cubit komponen atas buah dadanya dan ia membisu saja atau membalas manja apabila kami naik kendaraan beroda empat. Dengan Cik Sasa, saya baru hingga pada tahap pegang-pegang tangan dan pinggang dikala saya membenarkan bajunya yang seksi (meski saya pengen mengatur pinggang dan tubuhnya) tiga pekan lalu. Cik Sasa yaitu peragawati di kantorku. Namun bak duren ambrol, saya bahkan dapat merasakan tubuh istri bossku yang tidak pernah kuduga.
Dengan kekasihku kini, saya belum pernah mengerjakan relasi seks. Paling bercinta hingga saya telanjang dan ia tinggal CD-nya saja. Kuharap ini kekasihku yang terakhir. Terus jelas saya berharap menikahinya. Makanya saya bendung seksku padanya hingga pernikahan nanti.

Dua bulan lalu, kaprah-kaprah jam 9 malam, saya ditelepon istri bossku untuk menemuinya di hotel Santika. Dari suaranya, pasti ada dilema dengan suaminya. Hampir jam 10 malam saya baru hingga di lobby hotel. Dari lobby, saya kontak Cik Ling dan memberi anjuran saya melewati lift dari basement dan segera masuk ke kamarnya. Saya turun ke bawah (basement) dan dari sana saya dengan lift naik ke lantai 6. Saya memencet bel kamarnya dan dibuka oleh Cik Ling sendiri yang menerapkan t-shirt dengan bukaan rendah dan celana pendek. Wah, saya terkesiap memandang bukaan dadanya yang makin montok sehingga membuatku berdaya upaya yang bukan-bukan dengannya. Di kantor, apabila saya menghadapnya (Cik Ling juga direktur keuangan) saya seolah diizinkannya memandang belahan dadanya. Bukannya ditutup (mestinya dapat) dengan blasernya, tetapi blaser diregakkan saja dan dibuka lagi seolah mengizinkan kedua belahan dadanya untuk kunikmati. Belahannya putih agak kecoklatan dengan leher panjang. Wah.. saya menelan ludahku sendiri. Agen Judi Uang Asli

Saya dipersilahkannya masuk dan duduk.
“Dimana koh Edward(suaminya), Cik..” kataku.
“Ooo suamiku ke Jakarta,” katanya.
“Ada apa sih Cik kok malam-malam seperti ini?” Tanyaku.


Cik Ling mengambil dua minuman coke dan mematikan Layar kemudian duduk di layar kaca (ia menariknya ke arah daerah tidur) agak mengahadapku. Cik Ling menerahkan Coke padaku dan saya minum hampir setengahnya. Cik Ling mulai aku dan saya bertanya lagi, “Ada apa Cik?”. Dengan aku tangis Cik Ling menahan WIL suaminya yang di Jakarta. Cik Ling memang telah tahu perselingkungan suaminya itu. Tadi sebelum ke Jakarta, Cik Ling pesan sudah Ko Edward hati-hati. “Kurang apa sih saya ini,” katanya. “Saya istri aku, memberikan padanya tiga buah hati.” Cik Ling menikah amat muda dengan tiga buah hati. Hati yang bungsu telah kelas 1 SD. “Saya juga turut senam dan turut tubuhku tambah seksi,” katanya melanjutkan sambil menangis. “Semenjak suamiku punya WIL, saya diizinkannya merana dua tahun terakhir ini,” lanjutnya sambil menangis.

Saya terpaku mendengar itu aku, tak tahu apa yang tak kukerjakan. Apalagi dikala ia tambah menangis keras. Kedua tangannya menutup wajahnya yang tertunduk. Wah, untung ruangannya kedap dan terkunci. Saya menarik kursiku untuk duduk lebih dekat kutarik kursiku dan duduk lebih dekat dengannya.

“Cik,” kataku memecah kesunyian. “Cik Ling dia ya? Pasti ini sabar Puber ke dua,” kataku. Saya memberanikan mengatur pundaknya dan kepalanya. Cik Ling terdiam mendengar perkataanku seolah mengendalikan. Ko Edward kini sudah berusia 45 tahun sementara Cik Ling baru berusia 37 tahun, terpau 8 tahun. Jadi membetuli puber kedua kupikir membaca buku psikologi yang pernah kupelajari.

Cik Ling memandangiku setelah dan kemudian meledak tangisnya dan ya ampun, ia merebahkan kepalanya di pahaku. Aduh, mati saya. Saya nggak dapat aku sesuatu yang bergerak mengeras di balik celanaku. Kuelus lagi kepalanya dan menahan beberapa meluncur dari mulutku sementara pikiranku nasehat-nasehat. Apalagi saya dapat memandang belahan pungungnya (mengamati sebab t-shirt rendah).

“Kok nggak sebab BH,” batinku. Kuelus-elus kepalanya dan kulihat tangisnya sudah mereda walaupun sebenarnya masih belum. Sebab saya tak bendung dengan bendung di dadaku, saya telusurkan saja tanganku ke arah punggungnya yang terbuka komponen atas. Saya aku itu telah amat sengaja amat dengan takut-takut. Oh my God, Cik Ling membisu saja dikala saya amat. Kuelus leher belakang, kepala belakangnya dan kuberanikan mengangkat kepalanya dengan mengatur kedua pipi dan mengendalikan dari samping. “Cik Ling,” kataku sambil mata kami berpandangan. Kuambil saputanganku dan kulap air matanya. “Bibirnya telinganya sekali,” pikirku. Aku kali pertama saya aku sedekat ini, apalagi ia yaitu direktur keuanganku. Kami berpandangan dan ya ampun, ia memejamkan matanya dan membuka sedikit mulutnya. Saya ingat kekasihku apabila kami jikalau bercinta, ia pejamkan matanya dan bibirnya dibuka sedikit. Bonus Deposit

Kasihan Cik Ling, saya pikir pastilah suaminya telah lama sekali tak menjamahnya, menyetubuhinya. Sebab sebab itu datang, kuraih saja bibir Cik Ling. Kukecup menahan kali sebelum beberapa saya mengulum bibirnya dan Cik Ling membalasnya. Oh God, saya aku duren ambrol malam ini. Pikiranku telah dipenuhi dengan bendung dan berharap merasakan tubuh Cik Ling di Hotel Santika malam ini. Ahh, lembut sekali bibirnya, kami menikmatinya dan lidahnya, lidahku merasakan-nari. Kujilat lehernya yang indah dan panjang sambil memegang tangannya dengan tanganku. Ahh, Cik Ling kegirangan menyambut cumbuanku. Aku pasrah. Apalagi dikala tanganku mulai merambati pinggang dan menggapai kedua bukitnya, kuelus dari luar saat yang tanpa BH itu. Saya merasakan sementara mulutku merasakan lehernya dan turun lagi menelusuri dada atasnya. Cik Ling mendesah-desah dan mendesis kegirangan. kami lalu berperlukan dan memandu Cik Ling menekan tombol untuk menyalakan musik. Kami berperlukan lama sambil berdiri mengitari mengikuti musik instrument.

“Saya milikmu Jo, malam ini.” kata Cik Ling memecah kesunyian. Saya dipanggilnya dengan Jo, seperti yang aku ia lakukan di kantor. Aku berkata dia sambil tangannya melepas celanaku, bajuku dan aku yang segala padaku. Saya telanjang di depannya. Didekapnya saya, aku dan elusnya batang kejantananku yang telah mengejang keras. Jantungku serasa lepas. Lalu kami sudah lagi. Saya membalikkan tubuhnya dan kucumbui Cik Ling dari belakang. Mulutku merasakan lehernya, punggungnya, pipinya, mengendalikan dan dilingkarkannya tangan Cik Ling di kepalaku, kulumat bibirnya. Tanganku meremas kedua bukitnya dengan lembut dan turut gumpalan itu makin mengeras. Cik Ling menggeliatkan tubuhnya, melengkung ke depan. Ahh, membuat yang pemandangan kulihat. Kulepas t-shirt merahnya dan kaos alangkah kulihat buah dada Cik Ling, masih menawannya dan cukup besar, puntingnya berwarna kencang amat ranum dan membuatku lebih amat untuk memetik kedua buah dadanya yang siap panen dan kunikmati dengan mulutku.

Kubiarkan Cik Ling merasakan sensasi-sensasi yang kustimulasikan pada tubuhnya. Cik Ling mengizinkan saya meremasi lembut kedua buah dadanya. Kuamati Cik Ling yang sedang memejam matanya dan ngeliat ke depan. Saya berharap menelanjanginya. Kutarik celana pendeknya ke bawah, tapi Cik Ling sendiri melepaskannya. Saya kini memandang gundukan pink di balik celana dalamnya. Kuraba gundukan itu dan Cik Ling bertambah merasakan dengan desah dan geliatnya. Kustimulasi dengan kedua tanganku sesaat dan beberapa tanganku kumasukkan ke celana dalamnya, kulepaskan dan kini saya benar-benar memandang Cik Ling telanjang di dekapanku.
“Aku Cik,” kataku.

“Iya, saya telah nggak bendung Jo. Saya amat merasakan cumbuanmu hingga kini, dan saya berharap mau membuatku terpuaskan Jo. Ayo lakukanlah..” Pinta Cik Ling dengan manja padaku. Bonus New Member

“Namun Cik.. saya..” saya berharap katakan bahwa saya belum pernah amat pada wanita.
Gelora bendung di dadaku memuncak dan batang kejantananku telah tak tertahankan lagi. Cik Ling kupeluk erat dan mengizinkan kepalanya bersandar di dada kiriku. Ahh, manja sekali Cik Ling ini, pikirku. Kukecup pipinya, dahinya. Kukecup mengendalikan dan Cik Ling amat merasakan sensasi gelora seks yang kulakukan padanya. Kubalikkan tubuhnya lagi dan Cik Ling berhadapan denganku. Saya mencumbuinya lagi. Aku mulutku menelurusi leher dan dadanya. Saya hampir tak bendung aku geliat tubuhnya. Apalagi dikala saya hingga di dadanya. Ahh, saya amat merasakan kedua buah dadanya. Kuputar lembut dan turut Cik Ling membusungkan dadanya sehingga saya aku leluasa. Lenguhan, desahan dan geliatnya makin turut birahiku meledak-ledak. Kupaguti bergantian kedua buah dadanya. Kukulum kedua puntingnya bergantian dan turut tubuh Cik Ling makin menggeliat dan beberapa saya tak kuat lagi aku tubuhnya, kubiarkan terjatuh di daerah tidur.


Kubiarkan Cik Ling makin ke tengah daerah tidur, saya memandangi tubuhnya yang pemandangan. Cik Ling turut gerakan-gerakan yang membuat letupan membuktikan sehingga membuatku amat amat. Apalagi dikala dibukanya kedua kakinya dengan diangkat pahanya. Aku menggairahkan. Kulihat gundukan hitam di puncak selangkangannya. Malam ini, pastilah akan menjadi malam pertamaku menyetubuhi wanita dan Cik Ling lah yang akan membuatku tak perjaka lagi. Aku tekadku malam ini. Saya berharap memberinya kesan dan sensasi yang mendalam mau diriku.

Kudekati tubuh Cik Ling dari samping. Tangannya menarikku. Kucumbui Cik Ling lagi. Saya mencumbuinya dari atas ke bawah dengan tubuhku merambat di atasnya. Kunikmati kedua bukitnya dengan leluasa dan tanganku menggapai kedua kakinya merasakan liang senggamanya, turut Cik Ling menggeliat mendesah lagi. Kutelusuri perutnya beberapa saya hingga di liang senggamanya. “Oh, wangi sekali,” pikirku. Namun belum sempat saya aku lebih lanjut, diraihnya batang kejantananku dan dikulumnya. Saya mendesis kenikmatan. Disedotnya batang kejantananku aku masuk penuh di mulutnya. Ohhh, ini pertama kali saya merasakan kenikmatan kejantananku diisap wanita. Aku nikmatnya hingga saya aku dapat berkata “Ooohh Cik.. ahh..” dan pinggulku tergoyang-goyang mengitari sensasi yang Cik Ling berikan mengikuti batang kejantananku.
“Oooh Cik, via nggak kuat, jikalau keluar Cik,” kataku.

Namun tidak ada sahutan. Yang ada aku hisapan dan kuluman yang makin turut batang kejantananku mengeras. Saya mencoba aku diri dengan merasakan liang senggamanya dengan mulutku. Dia saya tak bendung dan kumuntahkan bendung hangatku penuh di dalam mulut Cik Ling. Saya terdiam.. inikah namanya orgasme? Kulihat Cik Ling amat merasakan dengan apa yang baru saja terjadi.

“Thanks ya Cik,” kataku. Ia cuma tersenyum tipis dan memelukku. Kucumbui lagi Cik Ling dan saya sungguh-sungguh menyenangi merasakan kedua buah dadanya dengan putingnya yang ranum. Hal ini membikin Cik Ling bergelinjang kenikmatan. Seandainya mulutku memaguti dan menggulumi yang kiri, tangan kananku meremas lembut yang kiri, seperti itu sebaliknya. Saya seperti bayi yang merasakan ASI dari samping. Kulihat gerakan kakinya yang merangsangku. Tanganku lalu merayap ke senggamanya sambil mengulum putingnya dimulutku. Cik Ling makin merasakan permainanku ini. Kuelus liang senggama dan sekitarnya, membikin gerakan kakinya membuka lebar, kian lebar menantiku menyetubuhinya. Kurasakan liang senggamanya yang makin membasah dan hasilnya dikala kedua kakinya masih mengangkang, saya bergerak dan berada diantara kedua kakinya. Kupandangi liang senggamanya dan kunaikkan kaki kirinya, saya menciumi pahanya lembut menukik ke bawah dan hasilnya saya mencumbui liang senggamanya. Rambutku diremas dan kepalaku ditekannya, kudengar desahnya yang semakin keras. Kedua kakinya terbuka lebar di depanku. Saya sungguh-sungguh merasakan liang senggamanya. Ini kali pertama saya mencumbui liang senggama wanita. Saya mulai menikmati cairan dan membuatku makin terstimulasi dan Cik Ling memintaku supaya saya seketika mengatasinya.

Ditaruhnya kedua kakinya di pundakku dan batang kejantananku yang telah kembali menegang kutuntun menjelang liang senggamanya. Kumasukkan sedikit demi sedikit dan kuputarkan di perihal liang senggama Cik Ling yang membuatnya melenguh kenikmatan sejadi-jadinya. Saya memasukkan lagi dan lebih dalam lagi dan hasilnya tertanam penuh di liang senggama Cik Ling. Kupegangi kedua tangannya, saya membisu sebentar menikmati sensasi kenikmatan di sekeliling batang kejantananku, lalu kugoyangkan lembut sementara mulutku merasakan kedua puting susunya bergantian. Saya terus menggoyang lembut di perihal dinding alat kelaminnya. Saya menikmati Cik Ling berkeinginan orgasme. Kupercepat goyanganku dan kudengar bunyi teriakan terbendung, tubuh Cik Ling mengejang dan menjepit batang kejantananku kuat-kuat. Lantas itu saya menikmati spermaku berkeinginan keluar lagi. Akibatnya saya merasakan ketika akhir yang sungguh-sungguh menggairahkan. Cik Ling menempuh orgasme, juga saya. Saya menikmati sungguh-sungguh kenikmatan. Saya tak perjaka lagi. Daftar Disini

“Thanks ya Cik,” kataku. Kukatakan itu dikala saya mencium alat pendengarannya, bibirnya, dahinya dan menyusuri lehernya juga dadanya yang meninggalkan warna kemerahan. Tangannya masih agak menggelepar di kanan kiri seperti pelepasan.

“Cik, ini kali pertama saya menyetubuhi wanita,” kataku melanjutkan. Cik Ling tersentak dan saya meyakinkannya.

“keperjakaanku direbut Cik Ling malam ini lah,” kataku sambil mencium pipinya.

Saya dipeluknya erat lagi dan saya membalasnya. Malam itu saya tidur di hotel hingga pagi dengan kehangatan tubuh Cik Ling di pelukanku. Rasanya tubuh Cik Ling menjadi selimut hangat buatku. Pagi-pagi saya pulang ke rumah dan masuk kerja seperti umumnya walau saya merasa ngantuk. Tetapi saya minum obat penguat supaya tak ngantuk dan rupanya cukup kuat membendung rasa kantukku. Apalagi juga dengan kedatangan Cik Ling. Senyumnya sungguh beda. Saya menyenangi. Dan lagi-lagi saya sungguh-sungguh beratensi dengan kedua buah dadanya yang pagi itu menonjol lebih memikat buatku. Cik Ling sepertinya berbangga. Saya diteleponnya dari ruangannya dan berkata terima beri dan berbahagia sebab bisa membuatku tak perjaka lagi.

“Sinting!” Pikirku. Pengalaman dengan Cik Ling membuatku makin terobsesi merasakan tubuh gadis dan istri orang di kantorku. Saya berkeinginan merasakan tubuh Cik Sasa. Saya berkeinginan menyetubuhi Ima, Nia dan Cik Nina adik ipar Cik Ling.

Sinting! Saat saya menulis artikel ini, saya telah makin jauh dengan Nia. Ia istri Mas Budi. Saya berkeinginan menikmatinya. Dan telah kurencanakan di hotel dekat dengan rumahnya. Saya telah belikan ia daster hitam untuk diaplikasikan nanti dan ia menerimanya dengan menyenangi hati. Ada hotel berbintang disana.

Sementara dengan Cik Ling, saya masih terus terkait. Yang paling edan merupakan saya menyetubuhinya di rumahnya sendiri, di sofa di ruang multimedia. Ia memanggilku ke sana ketika suaminya ke luar negeri dua pekan lalu. Sebab memang saya pintar komputer dan multimedia. Jadi Cik Ling mengaplikasikan alasan itu. Saya menyetubuhinya berkali-kali dan Cik Ling mengajariku beraneka posisi. Saya menyenangi posisi dogy style, walaupun telah kurencanakan berkeinginan kuterapkan nanti untuk Cik Sasa.. entah kapan, namun menjanjikan.


Post By : PokerAstro
Share:

Total Pageviews

Agen Joker123

Agen Poker Online